PKTJ Tegal Optimalkan Serapan Lulusan di Dunia Kerja

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 14/Okt/2022 07:52 WIB
Kepala BPSDMP Djoko Sasono Kepala BPSDMP Djoko Sasono


JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Djoko Sasono, membuka secara resmi kegiatan Tracer Study (Studi Penelusuran Alumni) Tahun 2022 dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Lulusan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal di Era Digital Dalam Rangka Penguatan Link & Match pada Sektor Public & Private” di Jakarta, Kamis (13/10/2022). 

Djoko menyampaikan, tracer study ini merupakan proses penelusuran rekam jejak alumni PKTJ yang bekerja di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja serta sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga:
Bahas Optimalisasi Pemanfaatan Aset dan Kampus Berstandar Global, BPSDMP Gelar Rakornis

Dengan tujuan  mendapatkan informasi mengenai ilmu pengetahuan, keterampilan dan karakter yang dimiliki lulusan PKTJ sesuai dengan profesi dan kompetensi yang sedang dijalani saat ini. 

“Tracer study ini penting untuk mendapatkan umpan balik dari semua proses aktifitas yang telah dilakukan, melalui kegiatan ini diharapkan ada keterlibatan alumni yang berperan aktif dalam memberikan masukan dan menyampaikan temuan-temuan sehingga cara ini dapat menjadi suatu tools dalam perbaikan," paparnya. 

Baca Juga:
BPSDMP Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan Digital Marketing

Selain upaya mendapatkan informasi, link and match yang berprinsip pada pembelajaran di mana profesionalitas lulusan merupakan bagian dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan PKTJ, hal tersebut sangat diperlukan dalam membangun industri pendidikan dengan menginformasikan semua proses di antara tiga pilar yaitu regulator, industri, dan pendidikan. 

Menurutnya, sudah lama pihaknya mencanangkan link and match dengan tiga tahapan dalam membangun industri pendidikan yang nantinya diharapkan bisa memberikan kontribusi.

Baca Juga:
Siapkan Pengemudi Angkutan Umum Andal, BPSDM Kemenhub Kerja Sama dengan Dishub DKI Jakarta

"Idealnya dimulai dari tahap perencanaan, perekrutan taruna dan setelah kedua tahapan dilaksanakan barulah proses pendidikan berjalan," ujar dia. 

Selain kebijakan merdeka belajar, diharapkan adanya program pemagangan yang diberikan kepada para staf pengajar di industri sebagai wadah pengembangan pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan lulusan yang BerPRESTASI (Profesional, Beretika, Standard Global dan Integritas) serta dapat menghilangkan distorsi antara pendidikan dengan dunia kerja. 

“Saya meminta agar link and match ini berjalan secara total, diharapkan staf pengajar lebih kaya akan pengetahuan dengan cara diberikannya ruang dan kesempatan untuk bertanya dan belajar di industri-industri yang nantinya dapat menjadi bekal mengajar kepada para Taruna/I," tambahnya. 

Selain itu, Djoko menyoroti isu terkini di transportasi darat yaitu banyaknya kecelakaan yang diakibatkan rem blong.

Menurutnya hal tersebut berkaitan erat dengan kompetensi dari SDM itu sendiri. Oleh karenanya diharapkan melalui tracer study ini dapat berkontribusi dalam menyiapkan SDM transportasi darat yang bisa menjamin keselamatan di jalan. 

“Pada kasus kecelakaan yang fatal, perlu adanya keberpihakan dalam rangka SDM nya dalam pembiasaan berperilaku, oleh karenanya trace study ini akan memberikan kita solusi dan bersama-sama dengan industri dapat melakukan perbaikan sesuai dengan fakta yang ada dengan tujuan memperkecil dampak-dampak negatif yang terjadi dengan terus melakukan peningkatan pelatihan," ucapnya. 

Dia berharap semoga dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memberikan hasil yang positif kepada PKTJ guna meningkatkan kualitas SDM transportasi Indonesia dalam peningkatan keselamatan angkutan jalan. 

“Setitik apapun informasi yang diterima pada saat pendidikan akan meningkatkan keselamatan bersama, hal itulah yang diharapkan dari kegiatan ini, setitik informasi yang bapak ibu sekalian berikan akan meningkatkan keselamatan kita semua," tutupnya. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur PKTJ Tegal, I Made Suartika melaporkan, kegiatan Tracer Study Tahun 2022 dihadiri sebanyak 150 peserta yang terdiri dari seluruh alumni PKTJ program studi Diploma II Pengujian Kendaraan Bermotor, Diploma III Teknologi Otomotif, Sarjana Terapan Rekayasa Sistem Transportasi Jalan dan Sarjana terapan Teknologi Rekayasa Otomotif. 

Selain itu, dihadiri pula para Stakeholder yang berasal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek, Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten dan Kota, Perum DAMRI, Perum PPD, PT Pertamina, PT TransJakarta dan PT Elnusa Petrofin. (omy)