Menparekraf Dorong Generasi Muda Partisipasi Aktif Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

  • Oleh : Naomy

Rabu, 26/Okt/2022 08:51 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno di tengah generasi mudan di Malang Menparekraf Sandiaga Uno di tengah generasi mudan di Malang

MALANG (BeritaTrans.com) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong  generasi muda partisipasi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Dalam sambutannya di acara Malang Entrepreneur Summit dengan tema “Muda, Berkarya, Berdampak”, Selasa (25/10/2022), di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, Sandiaga menyampaikan Indonesia di tahun 2045 diproyeksi akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. 

Baca Juga:
Sandiaga Lantik 6 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemenparekraf

"Salah satunya ditopang dengan adanya bonus demografi usia produktif sebesar 70 persen," ungkapnya. 

Pada tahun 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun alias satu abad. Di masa itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya. 

Baca Juga:
Kemenparekraf dan Perpustakaan Nasional Luncurkan e-Library

“20 sampai 25 tahun lagi kita memasuki Indonesia Emas, ini adalah masa-masa yang sangat penting, siapa lokomotifnya? Kalian lah yang akan memasuki Indonesia Emas, saat kalian memasuki usia produktif,” kata Menparekraf.

Generasi muda merupakan aset bangsa yang berperan besar dalam memajukan kondisi perekonomian Indonesia. 

Baca Juga:
Kemenparekraf Minta Pemerintah Daerah Gelar Pemetaan SDM Pariwisata

Generasi muda, kata Sandiaga, memiliki potensi idealisme yang menjadi harapan untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan dan mampu menyokong keberlangsungan ekonomi bangsa.

Oleh karenanya, Kemenparekraf mendorong agar generasi muda untuk selalu mengasah skill; learning skills, literacy skills, dan life skills. 

Saat ini juga tengah memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity), di mana membuat persaingan untuk memasuki dunia kerja semakin ketat. 

“Ini situasi yang sangat menghantui kita, nah untuk itu kita harus punya keterampilan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan meningkatkan keterampilan hidup,” kata Menparekraf. 

Kemenparekraf menyiapkan berbagai program untuk melakukan percepatan pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor parekraf melalui upskilling, reskilling dan new skilling, yang diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan peluang usaha bagi sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif yang kompeten dan berkelanjutan.

“Kemenparekraf terus mendorong terciptanya wirausaha muda dan ekosistem digital melalui beberapa program seperti, Wirausaha Digital Mandiri (Widuri) ekonomi kreatif, Santri Digitalpreneur Indonesia dan Temu Teman Insan Kreatif (Tematik),” tutur Menparekraf. 

Dia harapkan adanya kolaborasi dukungan seluruh pihak untuk berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia. 

"Saya yakin generasi muda mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia, khususnya pembangunan parekraf dan ekonomi Indonesia," ungkap dia. (omy)