Kemenhub dan BRIN Kerja Sama Kembangkan Sistem Cerdas Sarana Bantu Navigasi Pelayaran

  • Oleh : Naomy

Kamis, 27/Okt/2022 12:36 WIB
Kerja sama Disnav Semarang dan BRIN Kerja sama Disnav Semarang dan BRIN

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Kelas II Semarang menjalin kerja sama dengan Pusat Riset Elektronika, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan sistem cerdas pada Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).

Baca Juga:
Ditjen Hubla Sosialisasikan Aturan Baru Perizinan Tersus dan TUKS

Mereka menamainya Smart Buoy.

Perjanjian kerja sama ini dilakukan Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang Dian Nurdiana dan Kepala Pusat Riset Elektronika, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga:
Ditjen Hubla Beberkan Langkah Capaian Target Realisasi PNBP 2023

Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan diwakili Kepala Biro SDM dan Organisasi, Wismantono menyampaikan, penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud nyata upaya yang dilakukan untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman dalam penyelenggaraan keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Perkembangan lingkungan strategis nasional dan internasional menuntut penyelenggaraan pelayaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peran serta swasta dan persaingan usaha, otonomi daerah, dan akutanbilitas penyelenggara negara, dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran demi kepentingan nasional,” urainya.

Baca Juga:
Hadapi Cuaca Ekstrem, Pelayaran Harus Utamakan Keselamatan

Hengki mengatakan, bahwa salah satu tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan keselamatan dan keamanan pelayaran adalah terpenuhinya kebutuhan fasilitas kenavigasian berupa SBNP, yaitu pelampung suar sesuai dengan standar yang berlaku.

“Hal ini telah dilaksanakan Kantor Distrik Navigasi Semarang, yang telah memiliki prototyping Pelampung Suar hasil redisain yang dikerjakan pada instalasi bengkel kenavigasian mereka, tentunya dengan mengedepankan prinsip-prinsip efektifitas, efisiensi dan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Hengki.

Dia menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari hasil redisain pelampung suar yang dilaksanakan oleh Bengkel Distik Navigasi Semarang tersebut, maka dilaksanakan perjanjian kerja sama dengan BRIN, yakni untuk melakukan riset dan inovasi lebih lanjut dalam pengembangan Sistem Cerdas (Smart Buoy) SBNP, yang secara teknis dapat meningkatkan fungsi dan nilai manfaat dalam pengoperasian SBNP.

“Hal ini merupakan salah satu upaya kita dalam mendukung keselamatan pelayaran serta penguatan terhadap inovasi redisain pelampung suar yang telah dilakukan oleh Disnav Semarang," imbuhnya.

Kerja sama yang lebih luas dengan BRIN dalam melakukan riset dan pengembangan sarana dan prasarana kenavigasian yang lain perlu terus dilakukan. 

Sementara itu, Kepala Disnav Semarang, Dian Nurdiana mengungkapkan, redisain prototyping pelampung suar berdiameter 2,2 meter tersebut dilaksanakan oleh Bengkel Distrik Navigasi Semarang secara mandiri.

Dimulai dari tahapan proses disain, manufaktur dan testing, yang dalam pelaksanaannya diinspeksi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Semarang. 

Dian mengatakan, bahwa di era digitalisasi ini pengembangan SBNP harus dilaksanakan sejalan dengan roadmap e-Navigation, yang mengedepankan integrasi system sarana dan prasarana keselamatan pelayaran.

“Oleh karena itulah kami menggandeng BRIN untuk bersama-sama melakukan riset dan inovasi dalam mengembangkan sistem cerdas (Smart Buoy) SBNP untuk mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” ujar Dian.

Pada kegiatan penandatanganan kerja sama ini, terang Dian, akan disampaikan pula highlight disain Smart Buoy serta hasil monitoring fase uji coba prototyping redisain pelampung suar. (omy)