Tunjukan Sertifikat Vaksin, Penumpang KRL Ramai Naik dari Stasiun Bekasi

  • Oleh : Fahmi

Senin, 14/Nov/2022 08:29 WIB
Penumpang KRL melakukan tap tiket di Stasiun Bekasi, Senin (14/11/2022). Penumpang KRL melakukan tap tiket di Stasiun Bekasi, Senin (14/11/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Penumpang KRL Commuterline saat memasuki Stasiun Bekasi tampak ramai dan mengalir pada Senin (14/11/2022) pagi. Hal itu terlihat pada dua akses masuk baik dari selatan maupun utara stasiun.

Terlihat lebih banyak penumpang masuk stasiun tersebut dari pada, yang keluar untuk mengakhiri perjalanan.

Baca Juga:
Viral, Pencuri Laptop di KRL Kepergok di Stasiun Manggarai

Pada jalur masuk penumpang diwajibkan menujukan sertifikat vaksin atau melakukan scan QR Aplikasi Peduli lindungi.

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id hingga pukul 7.00 penumpang masuk mengalir langsung. Penumpang KRL menunjukan sertifikat vaksin saat hendak memasuki area stasiun yaitu di dekat pintu gerbangnya.

Baca Juga:
KAI Commuter Operasikan 31 KRL Feeder Tambahan Setiap Hari saat Jam Sibuk Pagi dan Sore

Tampak dari penumpang ada yang melakukan scan kode QR Aplikasi Peduli Lindungi, ada juga yang langsung menunjukan sertifikat vaksin secara digital maupun ada, yang sudah mencetaknya.

Petugas terlihat banyak yang berjaga untuk mengatur alur masuk dan keluar penumpang KRL. Petugas mengarahkan penumpang agar melakukan scan kode QR dan menunjukan sertifikat vaksin sebagai syarat bagi penumpang KRL.

Baca Juga:
KRL dari Stasiun Bekasi Ramai, Penumpang Senang Walau Berdesakan

"Penumpang KRL silahkan scan kode QRnya atau dapat menunjukan sertifikat vaksinnya," ujar petugas.

Di stasiun yang hampir rampung keseluruhannya tersebut juga tampak penumpang turun, terpantu  juga ramai terlihat akan meninggalkan area stasiun.

Berbeda pada beberapa bulan yang lalu, antrean di Stasiun Bekasi juga tidak diberlakukan lagi. Penumpang dapat masuk langung tanpa baris karena adanya dilakukan penyekatan seperti sebelumnya. Pengguna KRL pun dapat merasakan masuk ke peron dengan cepat.

Terlihat penumpang masuk terus mengalir tanpa penyekatan, sejumlah penumpang lanjut usia, ibu, hamil juga terlihat pada jalur masuk. Penumpang tersebut berjalan melewati tangga hingga selanjutnya melakukan tap tiket dan naik KRL. Alur masuk penumpang tidak henti-hentinya terus mengisi jalur masuk di stasiun. 

Terlihat mulai pukul 6.00, penumpang KRL merupakan pengguna harian atau langganan yang biasa memulai aktivitas dengan angkutan masal, begitu juga penumpang keluar.

Penumpang terlihat pada pintu tap tiket terus masuk mengalir tanpa henti. Penumpang terus berdatangan dari arah selatan atau utara stasiun.

Ketersediaan KRL saat ini di Stasiun Bekasi terus ada tanpa jeda yang lama. KRL ada yang telah memulai perjalanan dari arah Cikarang maupun arah Stasiun Transit Manggarai untuk selanjutnya ada yang ke arah Kampung Bandan, Tanah Abang, Pasar Senen, Bogor dan arah lainnya.

KAI Commuter juga mencatat volume pengguna setiap hari Senin, yang diketahui bersama sebagai hari kerja volume pengguna commuterline terbanyak. Rata-rata tercatat sebanyak 771.548 orang pengguna pada hari Senin selama dua buan terakhir ini.

"Dengan tren pertumbuhan pengguna yang terus naik, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.081 perjalan commuterline setiap harinya," sebut VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Ahad kemarin.

KAI Commuter Wajibkan Vaksinasi Penumpang KRL

KAI Commuter mewajibkan seluruh penumpang telah melakukan vaksinasi sebagai syarat dalam menggunakan Commuterline. Syarat ini sesuai dengan Surat Edaran terbaru dari Kemenhub Nomor 84 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 26 Agustus 2022.

"Para pengguna Commuterline dan KA Lokal wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara manual kepada petugas minimal dosis pertama," terang VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, pada beberapa waktu lalu. 

KAI Commuter dikatakan Anne, juga mewajibkan seluruh penggunanya menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis. Penggunaan masker ini harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama perjalanan kereta api dan selama berada di area stasiun. 

Dikatakan pula, penumpang yang dengan usia di bawah 6 tahun, diwajibkan melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.(fhm)