Utusan Khusus PBB Puji Program Bulan Cinta Laut di Opening Ocean 20

  • Oleh : Fahmi

Senin, 14/Nov/2022 14:39 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bersama Peter Thomson, Utusan Khusus Sekjend PBB bidang Kelautan saat menghadiri pembukaan Ocean 20 yang merupakan bagian dari kegiatan KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). Peter mengapresiasi program BCL KKP untuk mengurangi populasi sampah plastik di laut. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bersama Peter Thomson, Utusan Khusus Sekjend PBB bidang Kelautan saat menghadiri pembukaan Ocean 20 yang merupakan bagian dari kegiatan KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). Peter mengapresiasi program BCL KKP untuk mengurangi populasi sampah plastik di laut.

BALI (BeritaTrans.com) - Utusan khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengapresiasi pelaksanaan program Bulan Cinta Laut (BCL) yang diinisiasi Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai solusi mengurangi populasi sampah plastik di laut. 

"Bulan Cinta Laut inisiatif yang bagus untuk memerangi sampah plastik di laut," ujar Peter Thomson, United Nations Secretary General's Special Envoy for the Ocean atau Utusan Khusus Sekjen PBB bidang Kelautan, saat memberikan sambutan pembukaan Ocean 20 yang menjadi rangkaian kegiatan G20 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

Baca Juga:
Seremoni Adat Dalam Pelepasliaran Anakan Hiu di Raja Ampat

Bulan Cinta Laut merupakan salah satu program Ekonomi Biru KKP yang dirancang khusus untuk mengurangi sampah plastik di laut. Dalam aksi bersih pantai dan laut yang dilakukan sepanjang Oktober lalu, lebih dari 67 ton sampah berhasil diangkut dari laut dan wilayah pesisir di Indonesia.

Menurut Peter Thomson, memang dibutuhkan gebrakan bersama untuk menjaga kesehatan ekosistem laut yang erat kaitannya dengan perubahan iklim. Laut yang sehat akan berkontribusi besar pada pengurangan karbon penyebab pemanasan global.  

Baca Juga:
Perdana, KKP Kukuhkan Profesor Vokasi Kelakutan Perikanan

"Kita harus meninggalkan dunia yang baik untuk anak cucu kita. Kita tidak bisa sendiri, harus usaha bersama," pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggaungkan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menghadirkan ekosistem laut yang sehat. 

Baca Juga:
Terapkan Karbon Biru, Ini Peran KKP Kelola Perubahan Iklim dan Isu Laut

Sebagai negara kepulauan dengan luas laut mencapai 6,4 juta kilometer persegi, Indonesia diakuinya berkomitmen mengelola laut secara berkelanjutan. Selain pengentasan masalah sampah di laut, Indonesia juga berkomitmen mengelola perikanan secara berkelanjutan.  

"Perlu kerja sama untuk mengatasi kesenjangan saat ini dalam tata kelola dan manajemen laut, dan menetapkan dasar untuk kesehatan laut, industri laut yang berkelanjutan, dan investasi laut untuk pengembangan masyarakat dan komunitas yang bermanfaat bagi laut yang berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi pelaksanaan Bulan Cinta Laut (BCL). Program ini menurutnya sudah berjalan sepanjang tahun 2022, dan resmi dicanangkan sebagai gerakan nasional pada Oktober lalu bertepatan dengan hari jadi Kementerian Kelautan dan Perikanan ke-23 tahun.

Pelaksaan BCL melibatkan multipihak mulai dari nelayan, pemerintah daerah, TNI/Polri hingga para pelajar. Aksi ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan laut sebagai sumber penghidupan.

"BCL akan terus dilaksanakan untuk mengurangi sampah plastik di laut. Ini juga menghadirkan ekonomi sirkular di wilayah pesisir khususnya bagi para nelayan. Di sektor perikanan penantaan juga terus dilakukan di antaranya akan menerapkan sistem penangkapan ikan berbasis kuota, memperluas kawasan konservasi dan mengembangkan budidaya perikanan berkelanjutan, untuk menjaga populasi ikan di laut tetap terjaga," paparnya.

Sebagai informasi Ocean 20 Presidensi Indonesia menjadi perhelatan pertama di event G20. Forum Ocean 20 membahas berbagai hal di bidang kelautan antara lain kesehatan laut, ekonomi biru, konservasi laut, pendanaan biru, blue food, hingga energi terbarukan.(fhm)