Korsel Turut Berminat Partisipasi di Proyek Pengembangan MRT Jakarta

  • Oleh : Naomy

Selasa, 15/Nov/2022 06:47 WIB
Teken Mou Indonesia-Korsel untuk MRT Jakarta Teken Mou Indonesia-Korsel untuk MRT Jakarta


BALI (BeritaTrans.com) – Korea Selatan menyusul langkah Jepang dan Inggris menyatakan minatnya untuk berpartisipasi pada proyek pengembangan angkutan massal perkotaan MRT Jakarta. 

Pemerintah Indonesia dan Korsel menandatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembangunan MRT Jakarta Fase 4 dengan lintas Fatmawati-Kampung Rambutan di Bali, Senin (14/11/2022).
 
Penandatanganan ini dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Won Hee-Ryong, Dubes RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, serta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
 
MoU yang ditandatangani dengan Korsel merupakan tindak lanjut dari pembicaraan pada kegiatan 28th ASEAN Transport Minister Meeting yang diselenggarakan pada 16-17 Oktober 2022 di Bali.

Baca Juga:
Tinjau Sarana dan Prasarana Kereta Panoramic, Jasa Raharja Jawa Barat Sambut Kunjungan Kerja Menteri Perhubungan Bersama Direktur Utama Jasa Raharja

"Dalam pertemuan bilateral itu, Korsel menyampaikan minatnya untuk turut berpartisipasi membangun MRT Jakarta Fase 4 dengan lintas Fatmawati-Kampung Rambutan," ujar Menhub.
 
Menhub mengatakan, Indonesia dan Korsel memiliki hubungan yang dekat. Kedua negara secara intensif membuka berbagai peluang kerja sama, termasuk di sektor transportasi. 

“Saya melakukan kunjungan kerja ke Korsel pada Juni 2022, untuk membuka peluang kerja sama. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Korsel, akhirnya pada hari ini kedua negara telah mencapai kesepahaman bersama dengan ditandatanganinya MoU,” ungkapnya.
 
Menhub berharap MoU dengan Korsel menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT di Jakarta, yang dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan dan juga sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara bersih. 

Baca Juga:
Kereta Cepat JKT-BDG Ditargetkan Operasi Juli 2023, Menhub: Akan Kurangi Kerugian Akibat Kemacetan

“Kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama tidak hanya di sektor perkeretaapian, tetapi juga di sektor darat, laut, dan udara,” tutur Menhub.
 
Sebelumnya, Menhub menyampaikan, saat ini banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya MRT.

Jepang, Inggris, dan Korsel, merupakan mitra strategis Indonesia yang telah banyak melakukan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk sektor transportasi.
 
Momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN. 

Baca Juga:
Jajal KA Panoramic, Menhub: Jumlah Kereta dan Rute Bisa Ditambah Lagi!

"Hal ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan dalam rangka meningkatkan konektivitas dan daya saing negara, di tengah keterbatasan APBN," tutup Menhub. (omy)