Top Markotop, Kargo Domestik di Bandara Angkasa Pura II Lari Kencang di Tengah Pandemi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 18/Nov/2022 16:21 WIB
Angkutan kargo di Bandara Angkasa Pura II Angkutan kargo di Bandara Angkasa Pura II

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Top markotop, Pasar kargo domestik di bandara PT Angkasa Pura II terus bergairah kendati menghadapi tantangan pandemi Covid-19 bahkan lari kencang. 

Sepanjang 2020 - 2022, volume angkutan kargo domestik di bandara AP II terus melambung.

Baca Juga:
Bandara Soekarno-Hatta Pamerkan Produk Puluhan UMKM Babel, Ada Lada dan Sedotan yang Mendunia

President Director AP II Muhammad Awaluddin menuturkan peningkatan volume kargo ini sejalan dengan semakin tumbuhnya bisnis e-commerce di Tanah Air. 

"Pada 2020 saat pandemi Covid–19 melanda, volume angkutan kargo domestik di 20 bandara AP II secara kumulatif tercatat 427.948 ton atau naik 5,27% dibandingkan 2019 saat kondisi normal belum ada pandemi sebanyak 406.494 ton," tuturnya di Jakarta, Jumat (18/11/2022). 

Baca Juga:
Bandara Soetta Bakal Diramaikan Kehadiran UMKM Mitra Binaan Angkasa Pura II Selama 2023

Kemudian pada 2021, volume angkutan kargo domestik sebanyak 546.237 ton atau naik 27,64% dibandingkan dengan 2020.

Sementara itu, sepanjang Januari - Oktober 2022 volume kargo domestik mencapai 461.102 ton atau naik 2,91% dibandingkan dengan Januari - Oktober 2021.

Baca Juga:
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ada Mal UMKM dari Berbagai Provinsi Loh!

Volume angkutan kargo domestik pada Januari - Oktober 2022 ini juga sudah melampaui realisasi sepanjang tahun (full year) pada 2019 dan 2020. 

“Melalui koordinasi yang erat dengan berbagai stakeholder, bandara-bandara AP II mampu mengakomodir tumbuhnya permintaan angkutan kargo domestik di tengah tantangan hebat pandemi," ungkapnya.

Peningkatan volume angkutan kargo domestik ini sekaligus membuktikan bahwa pasar domestik sangat mendukung pemulihan sektor penerbangan nasional. Sementara, untuk kargo internasional masih terbatas karena memang maskapai baru pada tahun ini mulai secara berkala membuka penerbangan-penerbangan dari dan ke luar negeri.

Adapun untuk jenis barang pada angkutan kargo domestik di bandara AP II adalah berupa general cargo yang merupakan jenis barang kiriman tanpa perlu penanganan khusus tapi tetap harus memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Mayoritas general cargo, dan sebagian besar garmen, alat rumah tangga, peralatan kantor, peralatan olah raga dan sebagainya. Ini sejalan dengan bisnis e-commerce yang tumbuh selama pandemi,” ungkap Awaluddin. 

Berdasarkan buku Kajian Stabilitas Keuangan yang dirilis Bank Indonesia, sepanjang Semester I/2022 transaksi e-commerce meningkat secara nominal sebesar 22,1% (yoy) hingga mencapai Rp227,8 triliun dan secara volume meningkat sebesar 39,9% (yoy) hingga mencapai 1,74 juta transaksi. 

Di dalam mendorong pertumbuhan kargo, AP II memastikan ketersediaan jasa kargo, pengelolaan jasa logistik dan penyediaan sistem logistik terpadu melalui PT Angkasa Pura Kargo (APK) di bandara-bandara yang dikelola AP II. 

Direktur Utama APK Gautsil Madani menuturkan, saat ini APK juga telah mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter). 

“Freighter Angkasa Pura Kargo mulai dioperasikan 22 September 2022 untuk melayani permintaan kargo domestik, tepatnya untuk rute Jakarta - Balikpapan - Jakarta dan memiliki kapasitas 15 ton. Ke depannya, freighter ini akan melayani rute-rute domestik lainnya,” jelas Gautsil. 

AP II menurutnya, saat ini tengah merencanakan pembangunan cargo village di Bandara Soekarno-Hatta dengan fokus antara lain melayani pengiriman kargo dari e-commerce. 

"Keberadaan cargo village sekaligus menandakan transformasi layanan kargo di Indonesia yang turut meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta di tingkat regional dan global," kata dia. (omy)