Pelindo Akan Bikin Hub Logistik di Jalan Tol Cibitung Cilincing

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 22/Nov/2022 19:40 WIB
Gerbang tol Telaga Asih di ruas tol Cibitung-Cilincing. Gerbang tol Telaga Asih di ruas tol Cibitung-Cilincing.

JAKARTA (BeritaTrans com) - PT Pelabuhan Indonesia (persero) atau Pelindo bakal membangun hub logistik baru seiring dengan hampir rampungnya konstruksi Jalan Tol Cibitung - Cilincing pada akhir tahun ini.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan Jalan tol Cibitung-Cilincing akan dilengkapi rest area di km 16,5 dari arah Cibitung. Rencananya kawasan rest area ini juga akan dibangun Logistic Hub.

Baca Juga:
PT Pelindo Targetkan Tol Cibitung-Cilincing Tersambung Akhir 2022

Lahan yang dirancang untuk dua area itu mencapai 40 hektare, enam hektare untuk rest area, 34 hektare untuk hub logistik. Menurut Arif, kawasan logistik terpadu ini akan sangat menguntungkan ekosistem logistik karena mereka bisa mengkonsolidasikan kargo mereka sebelum masuk ke pelabuhan.

Dia mengungkapkan tidak jarang kontainer berukuran 20 kaki tidak penuh diisi oleh satu pelanggan atau satu jenis produk. Hal ini biasanya dialami usaha kecil dan menengah. Ada perusahaan yang menyediakan layanan Less Than Truckload atau LTL yang memberikan peluang bagi usaha kecil atau perusahaan yang membutuhkan space kecil untuk berbagi kontainer agar bisa menekan biaya pengiriman.

Baca Juga:
Tol Cibitung - Cilincing Resmi Berbayar 9 Oktober, Ini Tarifnya

“Nantinya, mereka bisa mengkonsolidasikan muatannya di hub logistik yang nanti disediakan di JTCC,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik Joko Noerhudha menjelaskan Logistic Hub ini akan menyatu dengan rest area. Di Logistic Hub, para pemilik barang bisa mengkonsolidasikan barangnya agar bisa diangkut melalui kapal dengan biaya yang lebih efisien. Tidak jarang ada perusahaan yang mengirim barang tak sampai satu kontainer.

Baca Juga:
Tarif Gratis, Truk-Truk Besar Angkut Logistik Berseliweran di Tol Cibitung-Cilincing Sepanjang 24,75 Kilometer

"Karena itu, ada perusahaan jasa yang mengkonsolidasikan mereka untuk digabung dalam satu kontainer. Tentu saja biaya pengirimannya jadi lebih murah," jelasnya.

Menurut Joko, tujuan akhirnya adalah menurunkan biaya logistik. Berdasarkan Laporan Bank Dunia mengenai Logistics Performance Index 2018, Indonesia berada di posisi ke-51 dari 167 negara, Vietnam (45), Malaysia (35), Thailand (34), dan Singapura bahkan di tempat ke-5.

Biaya logistik Indonesia masih sekitar 23 persen. Biaya itu harus diturunkan agar produk-produk Indonesia bisa berkompetisi dengan barang negara lain.

Sampai Oktober, jalan tol Cibitung Cilincing sudah beroperasi sebagian, yakni Seksi 1, 2, dan 3 yang menghubungkan Cibitung-Tarumajaya sejauh 27,5 km. Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Cibitung Cilincing pada 20 September lalu. Jalan tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 sudah lebih dulu beroperasi sejak 31 Juli 2021. Pelindo menargetkan pembangunan JTCC tuntas pada akhir November 2022.(fhm/sumber:bisnis)