Kepala Baketrans Beberkan 4 Aspek Hadapi Efek Gas Rumah Kaca

  • Oleh : Naomy

Senin, 28/Nov/2022 13:40 WIB
Webinar bedah buku Webinar bedah buku

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kepala Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Gede Pasek Suardika membrberkan empat aspek dalam menghadapi efek Gas Rumah Kaca pada transportasi.

"Dalam perspektif transport policy mulai
dari tahap perencanaan, implementasi, hingga evaluasinya harus memenuhi aspek-aspek effeciency, effectivenes, safety, dan environment," tuturnya di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga:
Rumuskan Strategi Kebijakan Transprtasi, Baketrans Sinergi dengan Seluruh Stakeholders

Gede menyampaikannya di sela menjadi penanggap saat webinar peluncuran dan bedah buku Metode Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada Transportasi Darat, Laut, Udara dan Perkeretaapian karya Wendy Aritenang Yazid.

Keempat aspek tersebut menurutnya,
haruslah saling melengkapi dalam
mewujudkan transportasi yang berkelanjutan yang baik bagi lingkungan.

Baca Juga:
Bakertrans Gandeng Operator Seluler Perkuat Kajian Pergerakan Masyarakat

"Saya berharap dengan adanya buku
tersebut dapat memberi pencerahan dan bermanfaat bagi kita semua," ungkapnya.

Seperti diketahuu, buku ini mengulas bagaimana cara menghitung emisi yang dihasilkan oleh transportasi mulai darat, laut, udara dan perkeretaapian. 

Baca Juga:
Hasil Survei Baketrans: Pergerakan Masyarakat Selama Angkutan Nataru Diprediksi Capai 107,63 Juta

Mengingat transportasi juga berperan besar dalam menyumbang emisi karbon sehingga perlu banyak upaya untuk mengurangi emisi karbon di masa mendatang.

Dalam webinar tersebut, Wendy menyampaikan bahwa terdapat beberapa upaya untuk mengurangi emisi
karbon di sektor transportasi.

Di antaranya melakukan Operational Eficciency, Technology Improvement, Alternative Fuel, dan Carbon Pricing atau Market Mechanism.

Selain sarana transportasi, di sektor prasarana transportasi seperti Bandara, Pelabuhan, Stasiun, dan Terminal juga turut berkontribusi menghasilkan emisi karbon dari operasional bangunan.

"Dengan begitu ke depan perlu transport policy yang menyeluruh sebagai upaya dalammengurangi emisi karbon," katanya. (omy/Baketrans)