Kampus BPSDM Perhubungan Harus Berinovasi dan Adopsi Teknologi

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 03/Des/2022 06:07 WIB
Seminar di Poltekpel Sulut Seminar di Poltekpel Sulut


SULAWESI UTARA (BeritaTrans.com) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara menyelenggarakan Seminar Nasional Inovasi Pendidikan Maritim (SIPMA) 2022 dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi Pada Pendidikan Vokasi Kemaritiman Untuk Menciptakan SDM Pelaut Nasional Berdaya Saing Global” dibuka langsung oleh Sekretaris Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Dr. Capt. A. Arif Priadi secara daring, Jumat (2/12/2022).

Dalam sambutannya, Sekretaris BPSDMP menyampaikan bahwa Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara merupakan salah satu Perguruan Tinggi vokasi bidang pendidikan maritim dibawah pembinaan dan pengawasan BPSDMP yang bertujuan mencetak lulusan perwira pelayaran niaga yang memiliki kompetensi bertaraf internasional.

Baca Juga:
Bahas Optimalisasi Pemanfaatan Aset dan Kampus Berstandar Global, BPSDMP Gelar Rakornis

“Perguruan tinggi merupakan wadah dan pusat untuk menghasilkan SDM berkualitas, unggul, yang cakap dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta peka terhadap kebutuhan global," ungkapnya.

Hal tersebut hanya dapat terwujud apabila perguruan tinggi vokasi mampu mengambil bagian dalam perkembangan teknologi untuk kemajuan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang transportasi yang semakin berkembang pesat.

Baca Juga:
BPSDMP Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan Digital Marketing

“Saya mendorong semua Politeknik melaksanakan kegiatan bersifat akademik melalui Seminar Internasional maupun Seminar Nasional, hal ini merupakan kendaraan bagi para dosen, taruna, para praktisi dan akademisi untuk menambah pengetahuan, pengakaman dan mengembangkan diri," ungkapnya. 

Seminar Nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pejabat pemerintah, stakeholders, akademisi, praktisi untuk saling berbagi informasi serta saling menukar pengetahuan mengenai pengembangan kualitas sumber daya manusia transportasi nasional.

Baca Juga:
Siapkan Pengemudi Angkutan Umum Andal, BPSDM Kemenhub Kerja Sama dengan Dishub DKI Jakarta

“Seminar ini digelar guna mendorong para dosen dan peneliti untuk meningkatkan kualitasnya, mengimplementasikan penelitiannya dan mendistribusikan kepada masyarakat sehingga dapat diketahui oleh publik secara luas," tambahnya.

SIPMA memiliki  sembilan topik antara lain; Pendidikan Vokasi Maritim, Teknologi Transportasi dan Permesinan, Navigasi Elektronik dan Material, Manajemen Transportasi, Industri Pelayaran, Keselamatan Trasnportasi, Hukum Pelayaran dan Kepelautan, Pencemaran Lingkungan, dan SDM Transportasi, melalui topik tersebut akan memberikan ide, gagasan, inovatif dan solutif terutama bagi sektor SDM perhubungan dan teknologi di masa datang.

“Saya menyakini SIPMA akan menciptakan solusi yang lebih baik dalam menghadapi perubahan di era globalisasi dan digitalisasi ini dengan menciptakan peluang melalui ide, gagasan, inovasi dan kontribusi dari para akademisi, peneliti, praktisi dan melibatkan industri akan memberikan solusi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas," imbuhnya.

Dia menambahkan, guna menjawab segala tantangan yang ada dalam rangka membangun transportasi yang modern, khususnya transportasi laut, dibutuhkan SDM yang ber-Prestasi (Profesional, Beretika, Standard Global dan Integritas) dan selaras dengan kebutuhan industri, dengan upaya membentuk ekosistem intelektual yang berkomitmen melaksanakan pengajaran yang multitasking, lintas disiplin serta selalu relevan dengan masalah lokal, nasional dan global.

Sementara Direktur Politeknik Sulawesi Utara, Capt. Rudy Susanto melaporkan bahwa seminar nasional ini merupakan yang pertama di gelar di Indonesia. 

Seminar ini menghadirkan empat Narasumber yang merupakan para pakar dan pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan vokasi maritim yaitu Prof. Ir. Alex Kawilarang Masengi, selaku Guru Besar di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Sam Ratulangi, Capt. Indra Priyatna selaku Parktisi Pendidikan Kemaritiman, Capt. Wisnu Handoko Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan Rony Widagdo Crewing Manager PT Pertamina International Shipping. (omy)