Jelang Angkutan Nataru, Ditjen Hubud Beberkan 6 Strategi ini

  • Oleh : Naomy

Rabu, 07/Des/2022 15:58 WIB
Maria Kristi Maria Kristi

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jelang angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mempersiapkan enam strategi antisipasi di sektor transportasi udara.

Baca Juga:
Hore, Angkutan Udara Perintis Telah Beroperasi di Semua Korwil

Hal itu dilakukan agar penyelenggaraan Nataru dapat berjalan lancar dan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan penerbangan serta penerapan protokol kesehatan.

“Enam strategi antisipasi masa Nataru yang telah Kami siapkan, yaitu menjaga dan meningkatkan pemenuhan aspek safety dan security penerbangan serta protokol kesehatan, peningkatan kapasitas angkutan udara (supply side), menjaga pertumbuhan demand, peningkatan pelayanan penumpang, antisipasi kondisi kahar atau darurat, serta komunikasi efektif dan massif kepada pengguna jasa transportasi udara,” jelas Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga:
Korwil Dabo Singkep Mulai Layani Penerbangan Perintis

Dalam hal peningkatan kapasitas angkutan udara, Ditjen Hubud mempersiapkan beberapa hal, di antaranya:
a. Tambahan seat/kapasitas melalui tambahan penerbangan (extra flight) ataupun change bigger aircraft;
b. Penambahan kesiapan jumlah armada;
c. Penambahan kesiapan jumlah;
d. Penambahan jam operasi bandara (extend/advance);
e. Peningkatan utilisasi pesawat/jam utilisasi pesawat;  
f. Meniadakan pekerjaan di sisi udara.

Untuk mempersiapkan terjadinya pertumbuhan demand, Ditjen Hubud memastikan pengenaan tarif angkutan udara sesuai dengan regulasi (penerapan tarif yang terjangkau/ dynamic pricing). 

Baca Juga:
Kontrak Angkutan Udara Perintis Tahun 2023 Diteken

"Kami mendorong maskapai untuk segera merealisasikan peningkatan angkutan udara, baik menambah kapasitas jumlah pesawat maupun menambah rute penerbangan. Kami juga berharap adanya promo-promo yang diberikan oleh maskapai terutama untuk meningkatkan pariwisata," urai Kristi.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 402 unit pesawat yang serviceable dan siap dioperasikan. 

Selain itu 51 bandara pantauan yang secara perhitungan trafik akan ada peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang di masa Nataru.

Kristi menuturkan, jumlah penumpang untuk transportasi udara diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 52,7% dari tahun lalu. 

“Pada tahun 2021/2022 jumlah penumpang pada masa Nataru sebesar 2,37 juta penumpang, dan tahun ini diprediksi akan mencapai 3,62 juta penumpang, karena tidak ada pembatalan mobilitas pada penyelenggaraan Nataru 2022/2023," imbuhnya.

Kendati tahun ini tidak ada pembatasan mobilitas pada penyelenggaran Nataru, Kristi menghimbau kepada calon pengguna jasa transportasi udara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap memenuhi aturan persyaratan kesehatan yang berlaku seperti menunjukkan surat vaksin dosis ketiga (booster) dan selalu menggunakan masker selama penerbangan. 

Khusus untuk meningkatkan pelayanan penumpang mulai dari pre flight, in flight dan post flight maka Ditjen Hubud melakukan langkah peningkatan pengawasan oleh seluruh direktorat teknis kepada semua stakeholder penerbangan.

“Untuk memastikan kesiapan tersebut, Inspektur kami dari Direktorat teknis akan melakukan inspeksi secara intensif dan berkala terhadap seluruh maskapai dan stakeholder terkait lainnya agar operasi penerbangan dapat berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman,” pungkas Kristi.  (omy)