Peningkatan Jaringan dan Industri Aviasi Dibahas dalam Seminar Gelaran Kemenhub dan INACA

  • Oleh : Naomy

Kamis, 08/Des/2022 15:53 WIB
Ditjen Hubud Ditjen Hubud


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) dan Boeing Company menyelenggarakan seminar yang bertema "Indonesia Aviation Network Recovery and Expansion Seminar" yang digelar di Jakarta, Rabu (7/12/2022). 

Acara seminar tersebut dibuka oleh Capt. Sigit Hani selaku Pelaksana Harian Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Turut hadir Wakil Presiden Boeing Company, Mr. John Burns, Ketua INACA Denon Prawiraatmadja, dan Sekretaris Jenderal INACA Bayu Susanto.

Baca Juga:
Pesawat Boeing United Airlines Menukik 28 Ribu Kaki Sekitar 10 Menit, Penumpang Panik

Capt. Sigit mengatakan, seminar ini membuat peluang networking dan ekspansi dari industri penerbangan serta langkah-langkah signifikan untuk mendukung percepatan pemulihan pascapandemi Covid-19.

"Networking tersebut bermanfaat untuk menangani keterbatasan pesawat dan ketersediaan suku cadang pesawat agar mempercepat pemulihan industri penerbangan Indonesia," tuturnya. 

Baca Juga:
Hadapi Liberalisasi Jasa Penunjang Angkutan Udara, Ditjen Hubud Harmonisasi Peraturan

Dukungan dan kolaborasi tersebut menjadi elemen yang penting dan esensial, untuk memastikan penerbangan sipil di Indonesia dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman dan sehat, terutama untuk memastikan ketersediaan pesawat dan suku cadangnya.

"Tahun 2022 (posisi s.d Oktober 2022) ini, permintaan pasar terhadap penerbangan domestik sudah mencapai 70,4% dari masa sebelum pandemi (2019). 

Baca Juga:
Kemhan Borong Jet Tempur F-15EX dari Amerika, Ini Spesifikasinya!

Untuk penumpang domestik yang diangkut sebanyak 45.754.396 sedangkan untuk penumpang internasional yang diangkut sebanyak 8.928.824 orang atau sekitar 28,8% dibandingkan tahun 2019. 

Kemudian untuk kargo yang diangkut mengalami pemulihan. Untuk penerbangan domestik sebesar 73,5% dibandingkan tahun 2019 atau sebanyak 355.384 ton dan untuk kargo internasional pemulihan 62,6% dibandingkan dengan tahun 2019 atau sebanyak 267.782 ton.

Tentunya pemulihan industri penerbangan Indonesia ini dapat terjadi dengan adanya dukungan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder penerbangan dengan tetap mengacu pada Standards and Recommended Practices (SARPs) dari International Civil Aviation Organization (ICAO). 

Seminar ini juga membahas terkait pembiayaan restrukturisasi jadwal pembayaran utang untuk menjamin kesinambungan bisnis penerbangan.

"Saya mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini dan berharap dapat menjadi salah satu langkah kita ke depan, untuk mempercepat pemulihan penerbangan dan membangun kembali transportasi udara yang lebih baik, selamat, aman dan nyaman," tutup Capt. Sigit. (omy)