Di Dies Natalis ke-42 STTD-PTDI, Kepala BPSDMP Tekankan Penguatan Kolaborasi & Inovasi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 16/Des/2022 16:57 WIB
Kepala BPSDMP, Drektur PTDI-STTD bersama taruna Kepala BPSDMP, Drektur PTDI-STTD bersama taruna


BEKASI (BeritaTrans.com) - Kampus Kementerian Perhubungan, Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) gelar rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-42 dengan tema “Kolaborasi Untuk Inovasi Transportasi Darat”. 

Kegiatan dibuka Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Djoko Sasono, Jumat (16/12/2022).

Baca Juga:
BPSDMP Siap Cetak SDM Transportasi ASDP Unggul dan Kompeten

Djoko menyampaikan, lulusan PTDI-STTD sampai saat ini masih mendominasi bekerja di pemerintahan dan dia mendorong transportasi darat masuk ke dunia industri. 

Kita ingin membangun transportasi yang berkeselamatan. Untuk itu, pada seminar ini saya harapkan ada diskusi dengan para narasumber untuk berkolaborasi dan inovasi-inovasi yang diperlukan di industri transportasi darat. 

Baca Juga:
Gandeng ACI, BP3 Curug Gelar Pelatihan Advanced Airport Operation

Selain itu juga bagaimana pendidikan dan pelatihan transportasi darat bisa membangun kompetensi, seperti transportasi laut dan udara.

Dia mencontohkan pada transportasi laut, seorang nautika profesional mendapatkan kompetensi mulai dari ANT Tingkat V, kemudian berlanjut ke ANT Tingkat IV hingga kompetensi tertinggi, yaitu ANT Tingkat I.

Baca Juga:
Plt Kepala BPSDMP Tekankan Pentingnya Kompetensi SDM Transportasi Darat dan Perkeretaapian

“Dengan usia 42 tahun ini, saya berharap PTDI-STTD akan segera menjadi lembaga yang memberikan kontribusi besar. Karena saya percaya bahwa inovasi bidang transportasi darat yang dilakukan oleh civitas akademika akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemajuan sistem Transportasi Indonesia di masa depan," katanya.

Dia juga mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,6% sehingga menjadikan Indonesia 7 raksasa ekonomi dunia, bersama dengan China, Amerika, India, Jepang, Rusia, dan Jerman. 

Tahun 2045 juga banyak ahli memprediksikan Indonesia akan menjadi empat raksasa di dunia, bersama dengan China, amerika dan india. 

Pertumbuhan ekonomi ini identik dengan kegiatan investasi dan ekspor, yang mana menggunakan transportasi.

“Untuk itu Indonesia sangat memerlukan SDM yang bisa diandalkan, dan kalianlah yang menjadi salah satu penentu Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045," imbuh dia.

Dia mengucapkan selamat kepada PTDI-STTD, dan berharap kegiatan Dies Natalis ini menjadi salah satu semangat untuk menciptakan lulusan menjadi SDM yang ber-PRESTASI dengan inovasi-inovasi bidang transportasi, serta menambah energi untuk berperan mewujudkan Indonesia Maju.  

Dies Natalis ini digelar dari 1 s.d 15 Desember 2022, dengan rangkaian kegiatan berupa Pameran Teknologi Transportasi Darat, Festival UMKM dan Kebudayaan, Seminar Teknologi Transportasi Darat, Rangkaian Kegiatan perlombaan yang dilakukan oleh Para Taruna/i, serta kegiatan sosial lainnya.

Ketua PTDI-STTD Ahmad Yani menyampaikan, momentum Dies Natalis ini merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan kepada para insan perhubungan dan para stakeholder atas peran PTDI-STTD hadir di tengah-tengah proses pembangunan Transportasi Darat di Indonesia.

“Peran dari PTDI-STTD ini tidak lepas dari inovasi dan kolaborasi dengan para mitra-mitra kerja, baik di lingkup Pemerintah Daerah, Pusat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perusahaan atau Lembaga Swasta," tuturnya. 

Dia juga melaporkan bahwa sampai dengan tahun 2022 ini PTDI-STTD telah menjalani kerja sama dengan dengan 251 Pemerintah Daerah baik di tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten guna memenuhi kebutuhan SDM di bidang perhubungan.

Pada tahun ini PTDI-STTD telah meluluskan Taruna/i yang terdiri dari Lulusan Pola Pembibitan Daerah dan Pusat yang saat ini telah bekerja sesuai dengan penempatan Pola Pembibitannya. 

“Selain untuk program kerja sama dalam hal pemenuhan SDM, PTDI-STTD telah menjalin kerja sama beberapa perusahaan BUMN dan Perusahaan Swasta dalam hal Inovasi Transportasi Darat, Pelatihan SDM serta Pemanfaatan Aset untuk pendidikan," tutur Yani. (omy)