Indonesia dan Guinea Jajaki Kerja Sama Sektor Penerbangan

  • Oleh : Naomy

Kamis, 26/Janu/2023 23:24 WIB
Menhub dan Menteri Transportasi Guinea Menhub dan Menteri Transportasi Guinea

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  menerima kedatangan Menteri Transportasi Guinea Felix Lamah, untuk melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI). 

Hal ini menjadi langkah awal komitmen kedua negara untuk menjajaki kerja sama di bidang penerbangan.

Baca Juga:
Menhub Sebut Indonesia dan Singapura Berkomitmen Tindaklanjuti Kesepakatan Perjanjian FIR

Kesepakatan awal kerja sama antara Indonesia dengan negara yang terletak di Afrika Barat ini, selanjutnya akan ditindaklanjuti di level teknis.

Kunjungan Menteri Transportasi Guinea ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Duta Besar RI di Dakar, Senegal, dengan Pihak Pemerintah Guinea pada September 2022. 

Baca Juga:
Harga Tiket Pesawat Naik Masih dalam Koridor TBA dan TBB

"Selain menyampaikan kebutuhannya untuk melakukan modernisasi sektor transportasi, pihak Guinea juga menyatakan ketertarikannya bekerja sama di bidang transportasi dengan Indonesia, khususnya di sektor transportasi udara," ujar Menhub di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Transportasi Guinea mengunjungi beberapa tempat di antaranya ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI). 

Baca Juga:
Ditjen Hubud Apresiasi Penerbangan Garuda Rute Manado-Tokyo Narita

Pihaknya mengatakan akan mendirikan maskapai nasional (Guinea Air) dan menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan pesawat buatan PT DI. 

“Kami membuka peluang itu dan siap untuk bekerjasama dengan Pemerintah Guinea,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan, PT DI merupakan salah satu perusahaan strategis yang dimiliki Indonesia di bidang manufaktur pesawat udara beserta komponennya. 

“PT DI telah memproduksi sejumlah pesawat udara, yang sampai saat ini telah digunakan oleh berbagai negara, baik sebagai angkutan penumpang maupun keperluan militer,” ucap Menhub.

Dia menyatakan, sektor transportasi laut dan udara memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan konektivitas di wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan 

“Untuk itu, kami telah membentuk berbagai perusahaan strategis sebagai industri manufaktur untuk mendukung kebutuhan industri aviasi, salah satunya yaitu PT DI,” kata Menhub.

Dia juga mengungkapkan, peluang kerja sama tidak hanya di sektor udara, tetapi juga terbuka untuk sektor lainnya yaitu di darat, laut, dan perkeretaapian. 

Selain itu, juga untuk pemenuhan SDM di sektor transportasi udara yang sesuai dengan program dan kurikulum standar ICAO.

“Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Dubes untuk dapat memfasilitasi identifikasi kerjasama yang lebih konkret,” kata Menhub.

Turut hadir dalam kegiatan ini Duta Besar RI untuk Guinea Dindin Wahyudin dan Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni.  (omy)