Tidak Lagi Pakai Kartu, Ini Lokasi Uji Coba Bayar Tol Tanpa Setop

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 09/Feb/2023 06:31 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera melakukan uji coba sistem bayar tol tanpa setop alias multi lane free flow (MLFF). Nantinya pembayaran kartu e-money akan ditiadakan secara bertahap.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sekretariat BPJT, Kementerian PUPR, Ali Rachmadi menyampaikan, uji coba pertama akan dilakukan di Tol Bali Mandara pada bulan Juni 2023.

Baca Juga:
Rencana Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh MLFF Mulai Beroperasi pada 2027

"Untuk awal hanya (Tol) Bali-Mandara di Juni 2023. Kita lihat sistemnya sudah diuji atau belum. Kalau sudah semua, kita rilis lima ruas jalan tol selanjutnya," ujar Ali dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Setelah di Tol Bali Mandara, uji coba akan dilanjutkan di lima lokasi, di antaranya di kawasan Jabodetabek. Ditargetkan, uji coba berikutnya ini mulai berjalan di bulan Desember 2023.

Baca Juga:
Menteri PUPR Basuki Sebut Uji Coba Tol Nirsentuh Jumat Pekan Ini

"Kemudian mungkin ada lima ruas lagi yang prioritas untuk kita lakukan. Uji coba setelah Bali ada di Kalimantan, Balikpapan-Samarinda, Jagorawi, JORR, Jakarta-Cikampek," ujar Ali.

Uji coba juga akan dilakukan di Tol Dalam Kota Jakarta. Sementara untuk di Tol JORR, ruas tol yang akan diujikan yaitu Ulujami-Pondok Aren-Serpong. Ruas-ruas tol ini merupakan perwakilan lebih dari 60% traffic keseluruhan jalan tol di Indonesia.

Baca Juga:
Bayar Tol Tanpa Sentuh MLFF Bakal Diuji Desember Ini di Bali

"Rencana full uji coba 5 ruas di Desember 2023. Untuk yang awal Juni, Bali Mandara terlebih dahulu. Kita liat dulu sistemnya teruji atau belum. Kalau memang sudah teruji semua, baru kita rilis untuk ruas selanjutnya," lanjutnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, uji coba penting untuk dilakukan demi menyesuaikan sistem dengan data aktual di lapangan dan menjamin pengendara tetap melakukan pembayaran tol lewat sistem deteksi.

"Kalau sistemnya tidak bagus ini sulit. Mobil itu kan juga lumayan banyak, sehingga ditakutkan nanti tidak terdeteksi dalam sistem data base. Ini juga jadi problem takutnya nanti dia bisa tidak bayar dan lain sebagainya," kata Hedy, dalam kesempatan yang sama.

Hedy menambahkan, tidak semua negara menerapkan sistem ini pada jalan berbayar lantaran membutuhkan kedisiplinan yang tinggi menyangkut sistem penyesuaian data. Oleh karena itu, menurutnya penting pula mendidik masyarakat menjadi disiplin, salah satunya lewat uji coba ini.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Ali sempat menjelaskan tentang uji coba di Jalan Tol Bali. Ia mengatakan teknisnya tidak semua gerbang akan dilakukan uji coba MLFF. Ali mengatakan akan diatur setengah MLFF dan setengahnya masih transaksi tap dengan kartu.

"Kita akan sesuaikan kondisinya, seandainya ada empat gerbang, setengahnya coba MLFF-nya," ujarnya dalam acara diskusi bersama Instran tentang Sistem Bayar Tol Tanpa Henti, di Jakarta, Selasa (7/2/2023).(fhm)