TNI AL Beli 2 Kapal Tunda Produksi Dalam Negeri, Bakal Perkuat Koarmada I dan III

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 08/Mar/2023 16:20 WIB
TNI Angkatan Laut (AL) membeli dua tugboat atau kapal tunda dari industri dalam negeri, PT Noahtu Shipyard. Satu kapal telah diresmikan oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Agus Santoso, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/3/2023).(NIRMALA MAULANA ACHMAD) TNI Angkatan Laut (AL) membeli dua tugboat atau kapal tunda dari industri dalam negeri, PT Noahtu Shipyard. Satu kapal telah diresmikan oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Agus Santoso, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/3/2023).(NIRMALA MAULANA ACHMAD)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - TNI Angkatan Laut (AL) membeli dua tugboat atau kapal tunda dari industri dalam negeri, PT Noahtu Shipyard.

Satu kapal telah diresmikan oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Agus Santoso, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga:
Tambah Kapal Tunda, HAIS Targetkan Angkut Hingga 10 Juta MT Tahun ini

Kemudian satu kapal lagi akan diluncurkan pada 20 Maret mendatang.

Dua kapal Harbour Tugboat itu nantinya ditempatkan di Komando Armada (Koarmada) I dan Koarmada III.

Baca Juga:
Keamanan Presiden, 4 Kapal Perang TNI AL Bersiaga di Pesisir Utara Jakarta

Agus mengatakan, pembelian dua kapal tunda tersebut guna peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL.

“Kita juga tahu kapal tunda kita ini rata-rata usianya sudah tua. Hampir 20 tahun ke atas semua. Kalau kita lihat yang ada di Surabaya (Koarmada II) itu rata-rata usia sudah tua,” ujar Agus usai peresmian.

Baca Juga:
TNI AL Siap Perkuat Pertahanan dengan Alutsista Baru Tahun 2023

Agus mengakui bahwa kapal-kapal tunda yang ada saat ini perlu diremajakan.

Diketahui, tugboat atau kapal tunda merupakan kapal yang digunakan untuk melakukan manuver atau pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai atau terusan.

Kapal tunda digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak, dan peralatan lainnya.

“Kita lihat tadi, saya sampaikan banyak yang harus diremajakan. Namun kita juga harus realistis, karena anggaran itu juga terbatas, jadi kita akan bertahap,” ujar Agus.

“Ya seyogyanya kita bisa dalam satu tahun empat kapal tunda (diremajakan) itu sudah baik,” kata Agus lagi.

Adapun kedua kapal tunda produksi PT Noahtu itu memiliki panjang 30 meter, lebar 12 meter, serta tinggi 5,1 meter.

Kapal memiliki kecepatan hingga 12 knot dengan endurance hingga lima hari, serta dilengkapi dengan akomodasi untuk 10 personel.(fhm/sumber:kompas)