Jelang Angkutan Lebaran, Dilakukan Perawatan Landas Pacu Bandara Halim

  • Oleh : Naomy

Minggu, 19/Mar/2023 19:16 WIB
Perawatn Bandara Halim Perawatn Bandara Halim

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) –  Jelang masa angkutan lebaran 1444 H, dilakukan pemeliharaan landas pacu (runway) di Bandara Halim Perdanakusuma sesuai dengan NOTAM A0782/23. Pemeliharaan runway akan dilaksanakan tanggal 22 - 28 Maret 2023 mulai pukul 18.00 - 05.00 WIB.

Baca Juga:
Kembangkan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Kemenhub Terima 20 Sertifikat Tanah Hibah

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni mengatakan, pemeliharaan runway ini dilakukan untuk memenuhi aspek keselamatan penerbangan guna mendukung kelancaran angkutan udara lebaran 1444 Hijriah

Pemeliharaan runway selama enam hari ini  rencananya akan dilaksanakan mulai 22 Maret dan diperkirakan akan selesai pada 28 Maret 2023, dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 18.00 - 05.00 WIB.

Baca Juga:
Hari Ini Bandara Douw Aturure Nabire Mulai Beroperasi

"Waktu pelaksanaan pemeliharaan runway tersebut dikecualikan untuk penerbangan VVIP dan apabila terdapat penerbangan lain yang bersifat mendesak serta untuk dukungan kepada kepentingan negara," jelas Kristi. 

Dia meminta agar dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma.

Baca Juga:
Ditjen Hubud Pastikan Bandara di Papua Tetap Beroperasi Pascainsiden Penembakan

"Pemeliharaan runway ini tentunya berdampak pada beberapa penerbangan sehingga diperlukan pengaturan rotasi pesawat dan penanganan pelayanan penumpang yang optimal dan efisien," ucapnya.

Untuk diketahui, Bandara Halim tetap melayani penerbangan pada rute yang tidak dilayani dari/ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) seperti Halim - Malang, Halim - Bengkulu, Halim- Ngloram, serta Halim - Yogyakarta.

Untuk rute yang juga dilayani oleh Bandara Soekarno-Hatta maka akan dilakukan mitigasi berupa mekanisme pengajuan extra flight untuk mengakomodir penambahan permintaan yang disebabkan oleh pengalihan penerbangan dari Bandara Halim ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kristi menegaskan, agar penyelenggara bandara dan navigasi penerbangan wajib memerhatikan distribusi slot time agar tidak menjadi tambahan beban runway. 

Selain itu Badan Usaha Angkutan Udara diminta segera melakukan langkah-langkah terkait dengan penanganan pelayanan penumpang yang telah memiliki tiket untuk penerbangan terdampak, antara lain:
a. Penyampaian pemberitahuan segera kepada penumpang melalui berbagai kanal informasi;
b. Kepastian terpenuhinya kewajiban terhadap azaz perlindungan konsumen;
c. Memberikan kemudahan untuk opsi pengembalian biaya jasa angkutan udara secara penuh (full refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), pengalihan penerbangan dari/ke CGK (reroute) tanpa dikenakan biaya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
d. Melaporkan secara berkala kepada Dirjen Perhubungan Udara terkait mitigasi penanganan penumpang.

"Saya perintahkan agar semua operator penerbangan cepat tanggap melakukan penanganan pelayanan penumpang yang terdampak pemeliharaan runway tersebut," kata Kristi.

Pihaknya akan terus mengawasi dan kolaborasi dengan stakeholders penerbangan selama masa pemeliharaan runway Bandara Halim, untuk memastikan ketersediaan konektivitas pada rute yang terdampak agar tetap terlayani melalui Bandara Soekarno-Hatta. (omy)