Lion Air Tujuan Bali-Solo Mendarat di Yogyakarta, Gegara Indikator Menyala

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 21/Mar/2023 22:17 WIB
Pesawat Lion Air tujuan Bali-Solo terpaksa mendarat di Yogyakarta setelah pilot mendapati salah satu indikator mesin menyala pada Selasa (21/3). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Pesawat Lion Air tujuan Bali-Solo terpaksa mendarat di Yogyakarta setelah pilot mendapati salah satu indikator mesin menyala pada Selasa (21/3). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL

Jakarta (Beritatrans.com) -- Pesawat Lion Air tujuan Bali-Solo terpaksa mendarat di Yogyakarta setelah pilot mendapati salah satu indikator mesin menyala pada Selasa (21/3).

Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menuturkan pesawat dengan nomor penerbangan JT-927 itu lepas landas dari Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) sekitar pukul 11.29 WIT dengan membawa tujuh kru dan 218 penumpang. Pesawat itu hendak bertolak ke Bandara Adi Soemarmo Solo, Boyolali, Jawa Tengah, saat insiden terjadi.

Baca Juga:
Lion Air Resmi Terbangi Langit Ternate - Jakarta

"Pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Bali menuju Solo, pilot melakukan pengalihan pendaratan alternatif (divert) setelah mendeteksi adanya salah satu indikator yang menunjukkan ada potensi (kemungkinan) di salah satu sistem pesawat yang harus dilakukan pengecekan dengan segera," kata Danang melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com.

Danang lalu menambahkan "pertimbangan pengalihan pendaratan di Yogyakarta Kulonprogo lebih diutamakan karena pekerjaan teknis serta keamanan pesawat dapat ditangani secara cepat dan mudah."

Danang memaparkan pesawat jenis Boeing 737-900ER itu akhirnya mendarat dengan aman dan normal (tidak mendarat darurat) di Bandara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA).

Setelah pesawat terparkir, Danang mengatakan seluruh penumpang diarahkan menuju terminal. Lion Air lalu mempersiapkan pilihan transportasi darat untuk seluruh penumpang agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Solo.

Danang menuturkan, Lion Air berkoordinasi dengan pihak otoritas penerbangan untuk mengecek lebih lanjut indikator yang terdeteksi di pesawat tersebut.

"Lion Air tidak berspekulasi mengenai penyebab salah satu indikator pesawat dimaksud, karena tahapan memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam (tidak bisa instan dan cepat) oleh teknisi atau mekanik pesawat yang terlatih dan berpengalaman," ucap Danang.

"Lion Air mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keselamatan dan keamanan penumpang dan kru merupakan prioritas utama bagi Lion Air dalam dan memberikan layanan penerbangan yang aman dan nyaman."
(ny/Sumber: CNNIndonesia)

Baca Juga:
Lion Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Sorong, Ini Jadwalnya!