Dorna Sports Apresiasi MotoGP 2023: Lebih Baik dari Tahun Lalu

  • Oleh : Naomy

Selasa, 17/Okt/2023 10:18 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dan Dorna Menparekraf Sandiaga Uno dan Dorna

 

LOMBOK TENGAH (BeritaTrans.com) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, event balap kelas dunia MotoGP Mandalika (IndonesianGP) 2023 berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari banyak pihak termasuk dari Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP. 

Baca Juga:
Porsche Sprint Challenge Indonesia 2023 Sukses Digelar di Sirkuit Mandalika

Apresiasi juga datang dari para pembalap dan tim serta media internasional yang membandingkan race tahun ini dengan tahun lalu. 

Apresiasi tersebut disampaikan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta dan Dorna Sport Chief Sporting Officer Carlos Ezpeleta saat bertemu dengan Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf/Wakabaparekraf Angela Tanoesoedibjo, Ahad (15/10/2023) di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Baca Juga:
Kemenparekraf Dukung Indonesian Bimmerfest 2023

"Mereka mengapresiasi perubahan yang sangat fantastis. Mereka membandingkan dengan (penyelenggaraan) tahun lalu terkait masih banyak tantangan menyangkut track, infrastruktur, tapi tahun ini jauh lebih smooth," tutur Menparekraf Sandiaga Uno dalam jumpa pers usai MotoGP Mandalika 2023, kemarin (16/10/2023). 

Selain itu tingkat kebutuhan akomodasi selama penyelenggaraan balap juga sudah semakin baik, meski mereka menginginkan agar tingkat ketersediaan kamar di Mandalika dan sekitarnya dapat ditingkatkan.

Baca Juga:
Kemenparekraf Perpanjang Kerja Sama dengan Gresini Racing

"Mereka juga berharap kemitraan kita dengan Dorna ini semakin ditingkatkan ke depan terutama dalam konsep pemasaran pariwisata dan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga," ungkapnya. 

Kendati demikian, Menparekraf mengatakan, Dorna Sports juga memberikan masukan agar jumlah penerbangan internasional khususnya yang langsung ke Lombok dari berbagai kota-kota di dunia dapat ditingkatkan seperti dari Doha, Istanbul, dan beberapa kota di Australia. 

Sebab banyak wisatawan mancanegara yang masih terkendala dengan penerbangan yang masih harus transit sehingga memakan waktu perjalanan yang cukup panjang. 

Tidak hanya penerbangan internasional, tapi juga penerbangan domestik. 

"Kami menyadari itu menjadi keluhan masyarakat karena harga tiket ini berbanding lurus dengan semakin tingginya permintaan. Kami (sebelumnya) berhasil menambah jumlah penerbangan dan menyediakan 6.000 kursi, tapi karena permintaannya sangat membludak terutama di akhir pekan ini maka harga tiket memang masih dirasakan sangat tinggi. Tapi ini juga terjadi di MotoGP-MotoGP di tempat lain," urai Sandiaga. 

Pihaknya akan terus bergerak menambah jumlah penerbangan karena infrastrukturnya sudah terbangun, tinggal kita meyakinkan (maskapai) karena Lombok ini sudah menjadi destinasi (pariwisata) super prioritas, destinasi unggulan. 

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini; serta Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Vinsensius Jemadu. (omy)