Festival Ikan Hias Nusantara 2023 Hadir di Mall Epiwalk Jakarta

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 27/Okt/2023 14:41 WIB
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono bersama CEO Kalikan Ardani Yusuf Prawira (kanan) dan Dirjen Pengutan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo (kiri) membuka Festival Ikan Hias Nusantara 2023 di Mall Epiwalk, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2023). Acara yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-24 KKP ini, digelar untuk menyokong perdagangan dan tumbuhnya industri ikan hias di dalam negeri. Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono bersama CEO Kalikan Ardani Yusuf Prawira (kanan) dan Dirjen Pengutan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo (kiri) membuka Festival Ikan Hias Nusantara 2023 di Mall Epiwalk, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2023). Acara yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-24 KKP ini, digelar untuk menyokong perdagangan dan tumbuhnya industri ikan hias di dalam negeri.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali berkolaborasi dengan startup Kalikan menggelar festival ikan hias air tawar untuk menyokong perdagangan dan tumbuhnya industri ikan hias di Indonesia. 

Tahun ini Indonesia naik dua peringkat menempati posisi dua sebagai eksportir ikan hias terbesar di dunia.  

Baca Juga:
Kementerian-KP Raih Pengakuan Standar Internasional Anti Suap

Acara bertajuk Festival Ikan Hias Nusantara 2023 tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan untuk memperingati HUT ke-24 KKP. 

Festival dibuka langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama CEO Kalikan Ardani Yusuf Prawira dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistyo di Mall Epiwalk, Jakarta Selatan pada Jumat (27/10/2023).

Baca Juga:
KKP Pastikan Stok Ikan Aman Menjelang Idulfitri, Cold Storage Terisi 68 Ribu Ton Ikan

"Berdasarkan data International Trade Statistics, nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2022 mencapai USD36,4 juta atau 11,3% dari total ekspor ikan hias dunia yang mencapai USD321 juta. Nilai ekspor ini mendudukan Indonesia menjadi eksportir ikan hias terbesar ke-2 menggeser posisi Singapura dan Belanda," ungkap Menteri Trenggono di lokasi.

Festival ikan hias menjadi salah satu upaya KKP mendukung perdagangan dan tumbuhnya usaha ikan hias di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkenalkan ikan hias air tawar khususnya endemik Indonesia kepada masyarakat. Selain itu sebagai ajang pertemuan, serta berbagi informasi antar komunitas pecinta ikan hias, pelaku usaha, bahkan investor. 
  
Menteri Trenggono menambahkan, naiknya posisi Indonesia sebagai eksportir ikan hias terbesar ke-dua di dunia menandakan peningkatan kualitas dan daya saing ikan hias dari Indonesia. Capaian tersebut masih akan terus digenjot dengan meningkatkan skala promosi sekaligus memastikan terlindunginya ekosistem ikan hias di Tanah Air lewat program-program berbasis ekonomi biru.

Baca Juga:
Kementerian-KP Atur Kuota Wisata di Kawasan Konservasi Nasional

"Implementasi program ekonomi biru ini akan meningkatkan kesehatan lingkungan perairan yang menjadi prasyarat utama dalam budidaya ikan hias yang berkualitas. Saya juga meminta untuk Festival tahun depan menjadi expo ikan hias tingkat internasional," pungkasnya.

Sementara itu CEO Kalikan Ardani Yusuf Prawira menyatakan kesiapannya menggelar expo skala internasional di tahun depan bersama KKP. Dia bahkan menargetkan Indonesia bisa menjadi ibu kota ikan hias dunia dunia.

Festival Ikan Hias Nusantara 2023 menjadi kolaborasi kedua kalinya antara KKP dan Kalikan. Tahun lalu keduanya menggelar Kalikan Expo untuk mengembangkan potensi ekonomi ikan hias air tawar di Indonesia.

"Kami berharap dengan kolaborasi seperti ini, kita dapat terus mengembangkan dunia ikan hias Indonesia melalui peran UMKM, pembudidaya, dan pelaku usaha semuanya. Dan kami berharap kita bisa menjadikan Indonesia sebagai ibukota ikan hias dunia," ujar Ardani dalam sambutannya.

Sebagai informasi, gelaran Festival Ikan Hias Nusantara 2023 yang berlangsung sampai 29 Oktober nanti diikuti lebih dari 50 pelaku usaha. Mulai dari pembudidaya ikan hias, pedagang aquascape dan aksesoris aquarium, hingga usaha jasa logistik. Sedangkan ikan hias yang ditampilkan sebanyak 26 jenis, dengan beberapa di antaranya berstatus endemik bernilai ekonomi tinggi seperti Arwana Super Red, Koi, Koki, Chana, dan Discus. (Fhm)