Boeing: Armada Pesawat di Asia Tenggara Akan Bertambah Hampir 4 Kali Lipat dalam 20 Tahun ke Depan

  • Oleh : Ahmad

Jum'at, 10/Nov/2023 23:32 WIB
Foto:istimewa Foto:istimewa

SINGAPURA (BeritaTrans.com) — Boeing [NYSE: BA] menyatakan bahwa armada pesawat terbang komersial di Asia Tenggara akan bertambah hampir empat kali lipat hingga mencapai lebih dari 4.000 jet pada 2042, sehingga kawasan ini menjadi salah satu yang terdepan di dunia dalam hal lalu lintas udara dan pertumbuhan armada.

Seiring maskapai penerbangan bertarif rendah (low-cost carrier atau LCC) yang kini menjadi model bisnis dominan dan terus melebarkan jaringannya di seluruh wilayah yang luas ini, Asia Tenggara akan menjadi pasar pesawat berlorong tunggal yang paling cepat tumbuh di dunia sepanjang periode perkiraan 20 tahun ke depan. 

Baca Juga:
3 Korban Pesawat Latih Jatuh di BSD, Dibawa ke RS Polri

Proyeksi ini dimuat dalam Prospek Pasar Komersial Boeing 2023 (Commercial Market Outlook atau CMO), yang merupakan prediksi jangka panjang tahunan perusahaan mengenai kebutuhan pesawat komersial dan layanan.

"Dengan dibukanya kembali pasar Asia Tenggara, lalu lintas udara akan tumbuh secara substansial,” kata Dave Schulte, Direktur Pelaksana Boeing Commercial Marketing untuk Asia Pasifik. "Meluasnya keterhubungan, pariwisata, dan tarif rendah akan terus merangsang perjalanan baru beserta peningkatannya, khususnya di kalangan masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh di seluruh wilayah ini. Peran maskapai LCC akan terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan perjalanan udara tersebut.”

Baca Juga:
Pesawat Latih Jatuh di BSD Tengerang, 3 Orang Tewas

Maskapai LCC di Asia Tenggara akan menambah lebih dari 2.000 pesawat jet berlorong tunggal baru hingga 20 tahun ke dapan. Jumlah tersebut meliputi hampir dua pertiga dari keseluruhan pengiriman pesawat berlorong tunggal untuk kawasan ini yang diproyeksikan sebanyak 3.390 unit. Maskapai LCC akan mengangkut 56% dari lalu lintas penumpang pada 2042, dibandingkan dengan 22% pada 2012.

CMO 2023 untuk Asia Tenggara juga mencakup proyeksi-proyeksi berikut pada 2042:

Baca Juga:
INACA: Iuran Pariwisata jadi Beban Tambahan Penumpang dan Maskapai Penerbangan

83% pengiriman ke kawasan ini akan mendukung pertumbuhan armada, sementara 17% pengiriman adalah untuk menggantikan pesawat-pesawat lama dengan model yang efisiensi bahan bakarnya lebih baik

Armada pesawat berbadan lebar akan naik tiga kali lipat, dengan permintaan mencapai hampir 800 pesawat, termasuk pesawat jet penumpang seperti Boeing 787 Dreamliner, 777X, dan jenis pesawat kargo

Pertumbuhan armada akan mendorong permintaan senilai 310 miliar dolar AS dalam layanan penerbangan, termasuk perawatan, perbaikan, pelatihan, dan suku cadang. 

Pengiriman pesawat terbang komersial ke Asia Tenggara (2023-2042)

Boeing sudah menerbitkan CMO setiap tahun sejak 1961. Sebagai prediksi pesawat jet yang paling lama kehadirannya, CMO dianggap sebagai analisis paling komprehensif mengenai industri penerbangan komersial. Baca CMO selengkapnya di sini atau cari “Boeing CMO” di app store Anda. (ahmad)