Gandeng Guandong Evergreen, Kementerian-KP Kembangkan Budidaya Udang Terintegrasi di Indonesia

  • Oleh : Fahmi

Senin, 04/Des/2023 21:43 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Guangdong Evergreen Group dalam membangun budidaya udang terintegrasi di Tanah Air.

Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Join Coorporation antara Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya Karawang yang merupakan unit pelaksana teknis Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, dengan Evergreen Group di kantor pusat Evergreen Zhanjiang, Tiongkok, belum lama ini.

Baca Juga:
KKP Buka Pendaftaran Peserta Didik 2024, 100% untuk Anak Pelaku Utama Sektor Kelautan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut kerja sama ini untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar udang dari Indonesia. Selain itu, sebagai implementasi program ekonomi biru berupa pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan.

"Peluang pasar seafood global begitu besar, Indonesia dan China dapat menjadi champion di kawasan, khususnya pada industri udang," ungkap Menteri Trenggono dalam siaran pers KKP di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Baca Juga:
Kementerian-KP Siapkan Strategi Pegembangan SDM Sektor Kelautan dan Perikanan

Cakupan kerja sama diantaranya transfer teknologi, keterampilan dan pengetahuan berbasis budidaya udang terintegrasi; pengembangan kaulitas sumber daya manusia; hingga promosi dan investasi pengembangan budidaya udang terintegrasi.

Pada tahap awal, kerja sama pembangunan budidaya udang terintegrasi akan dilakukan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pembangunannya mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan, serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. 

Baca Juga:
Kementerian-KP Perkuat Produk Hukum Pendukung Kebijakan Ekonomi Biru

"Pembangunan budidaya udang terintegrasi wujud kesiapan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan produk perikanan, khususnya udang. Diperkirakan kebutuhan produk perikanan meningkat dua kali lipat dari USD 338,47 miliar pada tahun 2022 menjadi USD 730,28 miliar pada tahun 2030," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu memastikan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai rencana pembangunan budidaya udang terintegrasi di Sumba Timur. Lahan seluas 1.800 hektare telah disiapkan untuk pembangunan tersebut.

"Yang pasti ini peluang pengembangan setelah sebelumnya KKP membangun modeling tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah. Dan di sini, tugas kami salah satunya menyiapkan sarana dan prasarana pengembangan budidaya udang terintegrasi ini," bebernya.(fhm)