Feeder Berhasil Tingkatkan Jumlah Penumpang LRT Sumsel

  • Oleh : Naomy

Rabu, 06/Des/2023 20:54 WIB
Ngobras DJKA seputar perkembangan LRT Sumsel Ngobras DJKA seputar perkembangan LRT Sumsel

 

PALEMBANG (BeritaTrans.com) - Feeder angkutan dinilai berhasil tingkatkan jumlah penumpang LRT Sumatera Selatan (Sumsel). 

Baca Juga:
Soroti Kejadian Kecelakaan KA, Kemenhub Berkomitmen Tingkatkan Keselamatan Jalan Kereta Api

"Sedikitnya ada 30 persen penumpang LRT naik dari feeder ini, sangat memudahkan penumpang. Jumlah penumpang feeder ada 5.976 orang yang melanjutkan menggunakan moda LRT," ungkap Kepala Balai Pengelola Kereta Ringan Sumsel, Rode Paulus di paparannya dalam acara “Ngobras” di Palembang, Rabu (6/12/2023).

LRT Palembang Sumsel saat ini melayani 13 stasiun pemberhentian dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang - Jakabaring. 

Baca Juga:
Wujudkan Indonesia Sentris, Kemenhub Bangun LRT Pertama di Sumatera dan Jalur KA di Sulawesi

Ini merupakan moda transportasi berbasis rel ringan pertama di Indonesia yang menelan anggaran sekitar Rp10 triliun (APBN murni) yang kemudian diikuti Jakarta.

“Saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan LRT, selain bebas macet, tarifnya juga sangat murah hanya Rp5.000, setiap perjalanan dan Rp10.000 dari bandara. Keunggulan lainnya adalah adanya kepastian waktu tiba dan keberangkatan di setiap stasiun dengan kehadiran setiap 18 menit sekali,” urainya.

Baca Juga:
LRT Sumsel Tambah 8 Perjalanan saat Nataru

Rode menambahkan bahwa fasilitas penunjang di setiap stasiun LRT juga sudah cukup lengkap. Terdapat info kedatangan dan posisi rangkaian LRT di layar informasi dalam stasiun, ada juga ruang laktasi dan toilet. 

Ngobras tersebut dipandu Moderator Aditya Yunanto, Kasi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Perkeretaapian Balai Pengelola LRT Sumsel. 

Masyarakat Palembang saat ini kata Rode, sudah mulai menyadari manfaat transportasi publik yang memudahkan dan mampu mempersingkat waktu perjalanan.

“Ke depan, kami yakin terjadi pertumbuhan jumlah penumpang karena banyak kelebihan-kelebihan dari moda LRT. Saat ini pembelian tiket LRT bisa dilakukan melalui uang elektronik dan uang cash,” tutur Rode.

Dia menegaskan bahwa LRT ini menjadi backbone atau tulang punggung transportasi publik di Palembang, pihaknya terus mengembangkan layanan sehingga makin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan transportasi publik, sesuai gerakan pemerintah untuk mengembalikan kebiasaan masyarakat kembali ke transportasi publik. 

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto, mengungkapkan, pihaknya harus menyikapi bagaimana menjadikan LRT ini benar-benar menjadi tulang punggung transportasi publik di Palembang.

"Salah satu upayanya adalah mengoptimalkan feeder-feeder Teman bus yang tersedia pada tujuh koridor yang rutenya dari ujung ke ujung," ujarnya. 

Teman Bus ini didukung oleh angkot-angkot BTS (Buy The Services) yang menjadi feeder melayani kawasan perumahan-perumahan kecil di kawasan kota Palembang.

“Program revitaslisasi angkutan umum melalui angkot-angkot ini tersedia di lima koridor, yang benar-benar menjangkau seluruh masyarakat. Pembayaran dapat dilakukan secara cashless, sehingga membiasakan masyarakat dengan pola pembayaran cashless,” bebernya.

Beragam program yang dilakukan pemerintah kota Palembang telah sangat memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. 

Namun diakui Rode, masih ada pekerjaam rumah untuk menyiapkan lebih banyak park n ride untuk menambah kemudahan bagi pengguna jasa. 

"Kami masih terus mengembangkan agar park & ride dapat bertambah," katanya. (omy)