Budidaya Ikan Hias dan Maggot Jadi Kegiatan Unggulan SFV Berbasis UPT

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 14/Des/2023 18:29 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

DEPOK (BeritaTrans.com) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) menjadikan budidaya ikan hias dan pakan alami berbasis maggot sebagai salah satu ekspose Smart Fisheries Village (SFV) berbasis UPT.

Kepala Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) Yayan Hikmayani mewakili Kepala BPPSDM mengatakan bahwa posisi ikan hias dan maggot saat ini menjadi sangat strategis dengan potensi yang sangat besar. Namun demikian terdapat beberapa tantangannya, seperti perlunya meningkatkan tak hanya produksi tapi juga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penggunaan teknologi, salah satunya teknologi maggot. Menurutnya, hal ini ditangkap oleh BPPSDM melalui program terobosan SFV, baik SFV berbasis desa maupun SFV berbasis UPT. 

Baca Juga:
TNI AL Bersama KKP Setop Penyelundupan Ratusan Ribu BBL, hasilnya Dilepasliarkan

"Konsep SFV baik yang di level desa maupun UPT akan digunakan sebagai sarana pengembangan SDM baik dari aspek pendidikan, pelatihan dan penyuluhan serta sebagai sarana inkubasi bisnis untuk mencetak startup di bidang perikanan," ungkap Yayan pada IMAGO FAIR 2023, 6-7 Desember 2023, di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut Yayan menyebut bahwa SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan yang berbasis penerapan teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa. SFV mendukung program ekonomi biru yang tertuang dalam program prioritas KKP.

Baca Juga:
Menteri Sakti Wahyu Trenggono Resmikan Media Center KKP

"Pengembangan desa perikanan menjadi SFV berbasis desa dan UPT merupakan sebuah kebutuhan, dimana sebuah desa atau UPT dipandang bukan lagi sebuah komunitas statis namun perlu didorong dengan inovasi program-program yang membawa modernisasi dan peningkatan daya saing. Diharapkan melalui SFV akan terbentuk jejaring bisnis, pengetahuan, keterampilan dan interaksi antar pelaku bisnis yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat desa dan UPT itu sendiri," tambahnya.

Dengan beralihnya tugas dan fungsi riset, SFV UPT lingkup BPPSDM, termasuk BRBIH Depok, memanfaatkan sarana dan prasarana eks riset untuk dimanfaatkan sebagai contoh model pengembangan SDM dan teknologi guna diapdosikan di masyarakat. 

Baca Juga:
Kementerian-KP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125 ribu BBL di Jambi

Sebagai ekspose SFV UPT, BRBIH menggelar IMAGO FAIR 2023 untuk pertama kalinya yang mempertemukan pelaku ikan hias dan magot dalam ekosistem pasar. IMAGO Fair ini juga diharapkan menghasilkan puluhan aquascaper baru dan ratusan taruna-taruni yang terampil dalam pengemasan ikan hias. 

"Ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan para stakeholder dan praktisi untuk bersama-sama membangun industri ikan hias dan magot", ujar Yayan.

Pada IMAGO FAIR kali ini diluncurkan Miniplant of Low Carbon Feed berikut produk turunan magot, tandatangan kerja sama dengan para mitra, pemutaran video produk loca feed dan video cooming soon aplikasi lelang digital (aquatia), market day, bazaar, coaching clinic aquascape, packing ikan hias, lomba mewarnai, demo memasak ikan, penyerahan 1.000 ekor ikan koi dan 1.000 ekor ikan neon tetra kepada kelompok pembudidaya, Sharing Knowledge, dan sebagainya.

Sharing Knowledge diharapkan dapat menghasilkan outcome terbentuknya jejaring dan penyuplai ikan hias dan magot ke industri, serta terbangunnya satu miniplant Low Carbon Feed baru. Bertindak sbg narasumber Sharing Knowledge yaitu Staf Khusus Menteri KUKM Riza Damanik, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Martani Huseini, Ketua Asosiasi Ikan Hias Joty Atmadjaja, Ketua II Asosiasi BSF Indonesia Markus Susanto, dan Direktur PT. Green Prosa Arky Gilang.

Turut hadir pada kegiatan ini antara lain para Kepala Dinas/Badan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti DKI Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Magetan, Tulungagung, Tanah Bumbu, para Kepala UPT, penyuluh perikanan, dosen dan taruna lingkup BPPSDM, mitra perusahaan, dan sebagainya. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umum. (Fhm)