Inilah Capaian BPSDMP Sepanjang 2023, Serapan Anggaran Sentuh 99%

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 26/Janu/2024 05:53 WIB
Jajaran BPSDMP di API Madiun Jajaran BPSDMP di API Madiun

 

MADIUN (BeritaTrans.com) - Sepanjang tahun 2023, sejumlah capaian kinerja berhasil diraih Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan (BPSDMP). 

Baca Juga:
BP3 Curug Gelar Diklat Pilot Drone Bagi Aparatur KKP

Mulai prestasi taruna, lulusan yang terserap bekerja di luar negeri serta yang terbesar adalah penyerapan anggaran yang mencapai hampir 100%.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Ahmad menyampaikan, tahun lalu perguruan tinggi vokasi di matra laut terus mengoptimalkan hasil lulusannya. 

Baca Juga:
Plt Kepala BPSDMP Tekankan Pentingnya Kompetensi SDM Transportasi Darat dan Perkeretaapian

Seperti menghasilkan 352.709 orang lulusan dari 13 perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia yang sebagian besarnya terserap pada bidang pekerjaan pelayaran, PNS, Pelabuhan dan Perusahaan BUMN.

"Terkait pagu anggaran di Tahun 2023 sebesar Rp2.131 Triliun sedangan penyerapannya sebesar Rp.2.125 Triliun atau sekitar 99.71 %," jelas Ahmad saat paparan pada Rapat Kerja Evaluasi Kegiatan Tahun 2023 BPSDMP di Madiun, Kamis (25/1/2024).

Baca Juga:
Pimpin Wisuda 965 Lulusan STIP Jakarta, Capt. Wisnu: Ayo Cintai Museum Transportasi

Pada tahun 2023 lalu menurutnya, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut telah melakukan sejumlah program yang diharapkan meningkatkan kemampuan dari para lulusannya. 

Seperti Training Needs Analysis (TNA), Magang ke Luar Negeri untuk Dosen dan Taruna, Pelaksanaan Kerja sama Diklat Luar Negeri, Pelaksanaan Diklat dengan Platform Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Program Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Dosen dan Taruna.

"Selain itu, kami juga telah melengkapi kebutuhan Sarana Prasarana Prioritas untuk kampus, Program Beasiswa S3 Tenaga Pendidik (Dosen) dan Forum Pustakawan," katanya.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo juga mengatakan sepanjang tahun 2015 hingga 2023 pihaknya telah mendidik berhasil mendidik sebanyak 5.310 taruna dan taruni, yang sebagian besarnya telah terserap dan bekerja di dalam dan luar negeri.

"Hampir sama dengan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, di tempat kami penyerapan anggaran juga sangat optimal yaitu mencapai 99.89 %. Di mana dari pagu sebesar Rp.28,84 mailiar kami berhasil melakukan realisasi anggaran sebesar Rp.28.81 miliar," bebernya.

Setiyo juga menjelaskan pada tahun lalu, perguruan tinggi di bawah penggelolaannya juga melaksanakan kegiatan strategis yaitu Pelaksanaan Kerjasama Diklat Luar Negeri. Tercatat sebanyak 835 peserta yang mengikuti PPSDMPU – ICAO Trainair Plus. 

Sedangkan yang mengikuti pelatihan dari IATA sebanyak 619 orang. 

"Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai pelatihan di antaranya Training Instructor Course, Ramp Safety Awareness, Safety Risk Management Fundamentals, Safety Management System, Diklat Aviation Safety Fundamental (ASF) - IATA dan Cargo Introductory," ujarnya.  

Kerja Sama Dudika

Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Nahduddin mengatakan, pada tahun 2023 telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas SDM lulusannya, sekaligus mendorong daya serap di dunia kerja. 

Di antaranya kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja (Dudika) untuk mendukung pembelajaran, peningkatan pelayanan sarana dan prasarana, sosialisasi ke sekolah menengah/kejuruan, dan Mengenalkan Perguruan Tinggi matra darat menggunakan media sosial.

"Kami meningkatkan kerja sama dengan Dudika dan peluang kerja di luar negeri bagi lulusan perguruan tinggi matra darat. Selain itu kami juga meningkatkan fungsi ikatan alumni sebagai sarana untuk bertumbuh, bertukar informasi dunia kerja, dan mempromosikan layanan di kampus matra darat dan kami gencar melaksanakan melaksanakan bussines gathering," ucapnya.

Dari usaha itu semua, dikatakannya, sejumlah perguruan tinggi di bawah pengelolaannya mendapatkan tawaran magang di luar negeri, tidak hanya untuk taruna namun juga untuk dosen. 

Seperti PPI Madiun yang mengirimkan perwakilannya untuk belajar di luar negeri yaitu ke Jerman, Korea Selatan dan Cina. Lalu Poltrada SDP Palembang yang taruna dan dosennya magang di Inggris dan Jepang. (omy)