Garuda Akan Angkut 109.072 Jemaah Haji 2024 dengan 14 Armada Wide Body

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 23/Feb/2024 20:19 WIB
Dirut Garuda Dirjen Kemenag Dirut Garuda Dirjen Kemenag

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Maskapai nasional Garuda Indonesia dipercaya akan angkut 109.072 Jemaah Haji tahun 2024.

Dari sekarang, perusahaan plat merah itu terus mengoptimalkan kesiapannya untuk melayani calon jemaah haji asal Indonesia, salah satunya dengan menyiapkan sedikitnya 14 armada pesawat berbadan lebar (wide-body).

Baca Juga:
Garuda Indonesia Group Terbangkan 80.243 Penumpang di Puncak Arus Balik

Keempat belas armada tersebut nantinya akan melayani calon Jemaah Haji asal Indonesia dari dan menuju Tanah Suci mulai 12 Mei -21 Juli 2024.

Kesiapan operasional penerbangan haji tersebut ditandai dengan perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Udara Jemaah Haji Regular dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang 1445 Hijriah/2024 Masehi, yang ditandatangani Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:
Garuda Resmi Layani Rute Penerbangan Jakarta-Doha PP

Irfan mengatakan, Garuda senantiasa berada di garda terdepan dalam menghadirkan layanan penerbangan Haji yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.

“Dipercaya selama lebih dari enam dekade dalam menghadirkan layanan penerbangan haji bagi jemaah asal Indonesia tentu menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi kami untuk terus terus meningkatkan layanan penerbangan bagi seluruh calon jemaah. Adapun komitmen tersebut salah satunya kami wujudkan dengan memastikan ketersediaan 14 armada berbadan lebar, di antaranya A330-300 dan B777-300ER, yang kami pastikan sesuai dengan standar pelayanan transportasi haji,” urainya, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga:
Garuda Indonesia Group Terbangkan 82 Ribu Penumpang di Puncak Arus Angleb

Berbagai catatan dalam pengoperasian layanan penerbangan haji pada musim haji tahun lalu menjadi fokus akselerasi peningkatan layanan.

Di mana salah satu prioritas utama kami adalah menghadirkan layanan penerbangan haji yang aman dan nyaman bagi jemaah lansia dan bagi mereka yang jarang atau belum pernah melakukan penerbangan jarak jauh.

Irfan menjelaskan, pada tahun ini, Garuda kembali dipercaya untuk melayani calon jemaah haji yang nantinya akan terbagi ke dalam 294 kelompok terbang (kloter). 

Para calon jemaah tersebut akan diberangkatkan dari sembilan embarkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

“Para calon jemaah haji ini nantinya akan diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci mulai 12 Mei hingga 10 Juni 2024, dengan keberangkatan menuju Madinah pada 12 – 23 Mei 2024 dan keberangkatan menuju Jeddah pada 24 Mei – 10 Juni 2024," jabarnya. 

Selanjutnya, fase pemulangan jemaah akan dimulai pada 22 Juni sampai dengan 21 Juli 2024.

"Untuk menambah nilai layanan penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia akan menghadirkan inflight entertainment bernuansa islami serta sajian makanan yang disesuaikan dengan menu khas daerah embarkasi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief menyampaikan apresiasinya kepada Garuda, khususnya dalam mengimplementasikan komitmen bersama untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh Jemaah Haji Indonesia.

“Mengingat demografis dan secara statistik jumlah Jemaah Haji lansia semakin bertambah dimana pada tahun 2024 ini kami mengestimasi akan terdapat lebih dari 45.000 calon Jemaah lansia, tentunya value Haji ramah lansia dapat terus dikembangkan," paparnya. 

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan inovasi untuk meningkatkan layanan, pada tahun ini bekerjasama dengan imigrasi Saudi Arabia, pihaknya akan meluncurkan layanan fast track keimigrasian di dua kota, di mana Jemaah Garuda di Solo dapat menikmati layanan fast track tersebut. 

"Kami tentunya berharap kiranya pelaksanaan Haji tahun 2024 ini dapat berjalan dengan lancar," ungkapnya. 

Sebagai salah satu negara dengan umat muslim terbesar di Indonesia, pihaknya memahami bahwa perjalanan haji merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia, tidak hanya bagi mereka yang berangkat untuk beribadah namun juga bagi keluarga di Tanah Air. 

"Karena itu, penting bagi kami untuk memastikan service excellence dapat terimplementasikan dengan optimal secara end to end, mulai dari sebelum penerbangan hingga setelah penerbangan, yang salah satunya kami wujudkan dengan membangun koordinasi intensif bersama berbagai pemangku kepentingan," tutup Irfan. (omy)