KNKT Minta Jeep Wisata Jaga Kualitas Fisik Kendaraan Sesuai SOP

  • Oleh : Naomy

Rabu, 28/Feb/2024 18:43 WIB
FGD KNKT FGD KNKT


YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) -  Para pengelola jeep wisata di kawasan lereng Merapi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta tetap menjaga kualitas fisik kendaraan sesuai aturan yang ditetapkan oleh Kementerian  Perhubungan.

Untuk itu pengelola Jeep Wisata diminta  memenuhi seluruh aspek keselamatan kendaraan dengan selalu melakukan Uji KIR, pengecekan berkala, memerhatikan kualitas onderdil, dan kewaspadaan serta kualitas pengemudi juga melengkapi dengan asuransi.

Baca Juga:
Sidak Bus Pariwisata di Jakarta dan Bogor, Kemenhub Temukan 37 Tak Laik Jalan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selalu minta agar para pengemudi jeep wisata selalu menekankan terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan, diantaranya dengan menerapkan SOP yang telah ditetapkan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikannya saat membuka FGD Keselamatan Jeep Wisata yang digelar KNKT di Yogyakarta Rabu (28/2/2204). 

Baca Juga:
Pentingnya Penanganan Jangka Pendek Hindari Kecelakaan Bus Pariwisata

Tampil sebagai nara sumber Ketua Sub Komite Investigasi LLAJ (Lalulintas Angkutan Jalan) Achmad Wildan, Staf Ahli Kemenparekraf Bidang Manajemen Krisis Fajar Hutomo, Kepala Bagian Pengembangan Prasarana Transportasi Dishub Provinsi DI Yogyakarta Didit Suranto serta Sekretaris Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Herbetius Indrantara atau Heri.

Acara FGD dimoderatori Wartawan senior liputan Perhubungan dan KNKT Budi Nugraha dari Suara Merdeka.

Baca Juga:
Tiap Akhir Pekan, Ditjen Hubdat Periksa Kelaikan Bus Pariwisata

Hadir juga hadir Kepala Dishub Sleman Arif Pramana, perwakilan BKT Perhubungan, perwakilan Polda DIY, dan perwakilan asosiasi VW Yogyakarta.

Acara juga dilakukan secara virtual dan diikuti asosiasi jeep wisata bromo, Sleman dan daerah-daerah yang memiliki asosiasi Jeep Wisata.

Kepala Kesekretariatan KNKT Agus Prianto mengawali kegiatan FGD. 

"Untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi wisatawan, Jeep wisata sebagai potensi dan ikon khas pendukung kepariwisataan di lereng Merapi sudah seharusnya terus dipertahankan dan dikembangkan," ucap Soerjanto. 

Jangan sampai katanya, layanan jeep wisata mengalami penurunan kualitas.

Untuk itu, para pengelola jeep wisata Lereng Merapi diminta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan jeep wisata sekaligus berkontribusi secara aktif sebagai agen promosi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

"Pemerintah menaruh prioritas terhadap potensi jeep wisata lereng Merapi, Bromo dan daerah-daerah lain  dikarenakan telah secara nyata mengangkat citra kepariwisataan di daerah-daerah tersebut. Selain itu juga mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para pengelola, operator maupun masyarakat dan para pedagang di kawasan destinasi yang dikunjungi. Serta yang tidak kalah pentingnya juga memberikan kontribusi terhadap PAD kabupaten-kabupaten di mana asosiasi-asosiasi itu berada," paparnya.

Sementara itu Staf Ahli Kemenparekraf Fajar Hutomo secara umum meminta agar para pengemudi jeep wisata menekankan aspek-aspek Sapta Pesona Pariwisasta yang meliputi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan. 

"Dengan demikian wisatawan yang berkunjung ke Sleman, DIY, Bromo dan lainnya, dapat memeroleh pengalaman dan citra postif tentang kepariwisataan di daerah-daerah tersebut," ucapnya. 

Pada gilirannya akan menarik untuk kunjungan ulang diwaktu-waktu mendatang.

Di tempat sama Ketua Sub Komite Investigasi LLAJ Achmad Wildan mengingatkan peran strategisnya potensi jeep wisata lereng Merapi agar  Pemkab Sleman secara bersama-sama dengan Dinas Perhubungan dan jajaran kepolisian senantiasa memberikan pendampingan dan pengawasan sebagai upaya peningkatan layanan jeep wisata lereng Merapi. 

Dalam hal ini Dinas Perhubungan senantiasa melaksanakan program pengecekan fisik kendaraan jeep wisata dan patroli mendadak untuk memastikan keselamatan dan keamanan terhadap wisatawan. 

"Dishub diharapkan selalu mengingatkan agar para pengemudi jeep wisata selalu menekankan keamanan dan kenyamanan wisatawan, di antaranya dengan menerapkan SOP yang telah ditetapkan," jabarnya. 

Di pihak lain, Sekretaris Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Herbetius Indrantara mengatakan, selama ini pihaknya secara berkala telah melaksanakan  pemeriksaan oleh penguji dari UPT PKB meliputi kelengkapan surat dan ramp check secara visual sebelum jeep wisata beroperasi atau digunakan oleh para wisatawan.

Pada saat pengecekan, secara periodik para driver juga diberikan arahan mengenai keselamatan saat mengendarai jeep.

Arahan itu antara lain agar driver selalu menggunakan alat pendukung keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, dan wajib juga dipakai untuk para penumpang.

"Jangan sampai driver jeep malah mengabaikan pendukung keselamatan tersebut," ujarnya.

Disisi lain pengemudi jeep seharusnya memiliki keahlian khusus untuk menyetir, agar bisa mencari jalur yang berkeselamatan namun dapat meningkatkan adrenalin para penumpangnya. 

Pengemudi dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik yaitu di antaranya dapat berbahasa asing, dikarenakan kebanyakan pengunjuk adalah wisatawan mancanegara.

"Upaya lain yang juga sudah dilakukan adalah dengan memberlakukan asuransi."

Kadishub Sleman Arif Pramana membenarkan seluruh jeep wisata yang berada di basecamp di wilayah Sleman secara berkala selalu diperiksa untuk memastikan kondisi tetap bagus dan layak jalan untuk melayani para wisatawan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan baik bagi wisatawan maupun pengelola destinasi wisata.

Pengecekan yang dilakukan ini merupakan bentuk kegiatan rutin melalui seksi Pengendalian dan Operasi (Dalops) bersama dengan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) juga melibatkan unsur dari Polresta Sleman, Polsek Pakem, Koramil Pakem, Denpom, Satpol PP, Kapanewon dan Kalurahan.

Hasil pemeriksaan jeep wisata secara keseluruhan sudah cukup baik, hanya ada beberapa unit yang diberi catatan terkait dengan pemenuhan standar berkeselamatan. 

Untuk angkutan jeep yang masih memiliki catatan perbaikan, Dishub mengimbau agar kendaraan tersebut tidak beroperasi sebelum di lakukan perbaikan sesuai standar, karena keselamatan pengguna adalah Prioritas. 

"Untuk para Driver selalu kami edukasi untuk berkendara dengan hati-hati," ungkap Arif. (omy)