Bangun Destinasi Wisata Baru Bakauheni Harbour City, ASDP Diapresiasi Kemenparekraf

  • Oleh : Naomy

Rabu, 17/Apr/2024 06:25 WIB
Dirut ASDP hadir di The Weekly Breaf with Sandi Uno di Jakarta Dirut ASDP hadir di The Weekly Breaf with Sandi Uno di Jakarta


JAKARTA (BeritaTrans.com)  - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengapresiasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang sedang mengembangkan tempat peristirahatan sebelum menyeberang sekaligus destinasi wisata baru yang terletak di kawasan tepi laut (waterfront tourism destination) yakni Bakauheni Harbour City (BHC).

“Kami mengapresiasi ASDP yang turut menghadirkan atraksi wisata baru di Lampung Selatan, sehingga memberikan alternatif tujuan wisata. Apalagi Bakauheni menjadi gerbang awal wisatawan yang hendak menuju ke Pulau Sumatra,” tutur Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (16/4/2024).

Baca Juga:
Skywalk di Kawasan Bakauheni Harbour City Ditargetkan Rampung Juni

Perkembangan kawasan BHC diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan perekonomian khususnya di wilayah Lampung yang didukung beberapa potensi yang ada di sekitarnya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, mengatakan pengembangan BHC ini sejalan dengan visi perusahaannya untuk menjadi yang terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront. 

Baca Juga:
Pentingnya Peran Perempuan dalam Membentuk Masa Depan Pariwisata

ASDP berkomitmen mengakselerasi proyek pembangunan destinasi wisata waterfront.

Ira mengaku waterfront di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang sukses dibangun menjadi inspirasi untuk pengembangan destinasi serupa di daerah lainnya.

Baca Juga:
Inovasi ASDP, Wujudkan Impian Wisata Baru Tepi Laut Berkelas Dunia

“Bagaimana kita menjadi agent of development. Ketika Labuan Bajo yang telah berkembang semakin baik, artinya di situlah kehadiran negara untuk menjadi pembangkit ekonomi,” ujarnya.

Berangkat dari kesuksesan pembangunan waterfront di Labuan Bajo, ASDP kemudian menginisiasi pembangunan waterfront di pelabuhan Lampung Selatan yang telah menjadi sumber ekonomi terbesar di kawasan tersebut.

“Hal ini tidak terlepas dari dukungan Kemenparekraf. Terima kasih kepada Kemenparekraf sehingga tempat ini (BHC) menjadi PSN (Proyek Strategis Nasional),” katanya.

Progres pembangunan tahap pertama di kawasan seluas 160 hektare itu hampir mencapai 100 persen. Diproyeksikan pada September 2024 distrik satu ini rampung digarap.

Adapun fasilitas yang dibangun di antaranya Krakatau Park, Masjid BSI, pusat komunitas dan budaya di Siger Park, Skybridge, hingga area parkir.

Pembangunan fase 1 baru tuntas secara utuh diperkirakan pada September. Namun tahun baru kemarin saja, pihaknya mengadakan event sudah ada 15 ribu orang dalam satu hari datang ke Bakauheni. 

Sementara lebaran ini ada lebih dari 30 ribu orang dalam lima hari, lapangan kerja yang kita ciptakan kurang lebih 1.000 orang. 

“Ini bagi kami sangat membanggakan karena di situlah sekali lagi negara hadir. Bagaimana ekonomi bisa berkembang kemudian kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkas Ira. (omy)