Tiket Kereta Api Tidak Tersedia? Cek di Connecting Train Aja!

  • Oleh : Naomy

Kamis, 25/Apr/2024 13:54 WIB
Penumpang KA Jarak Jauh Penumpang KA Jarak Jauh

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Hendak naik kereta api tiket tidak tersedia? Buat kamu yang sering melakukan perjalanan antarkota dengan kereta api, mencari jadwal yang sesuai dengan kebutuhan bisa menjadi tantangan tersendiri. 

Saat memesan tiket, seseorang biasanya memilih kereta dengan perjalanan langsung dari stasiun keberangkatan ke stasiun tujuan. 

Baca Juga:
Perpres Pembongkaran Cagar Budaya Stasiun Kedundang Telah Terbit, Dinbud Kulon Progo Tak Bisa Berbuat Banyak

Namun, hal ini bisa jadi masalah saat momen peak season di mana banyak orang berburu tiket kereta atau saat tujuan yang dinginkan tidak tersedia.

Nah, kamu tidak perlu khawatir! Dengan fitur connecting train di aplikasi Access by KAI, kamu dapat menemukan alternatif untuk tetap sampai di kota tujuan dengan menggunakan tiket persambungan.

Baca Juga:
Ayo Serbu Diskon Tarif Kereta Api hingga 25% Hanya di Event Cilacap UMKM Expo 2024

*Jadi, apa sih connecting train?*

Fitur connecting train di aplikasi Access by KAI menurut VP Public Relations KAI Joni Martinus memungkinkanmu untuk menemukan kereta saat tujuan perjalanan yang diinginkan tidak memiliki layanan kereta langsung, mencari alternatif jika jadwal kereta langsung tidak sesuai dengan keinginan, dan menemukan kereta jika tiket kereta langsung untuk rute yang diinginkan telah habis. 

Baca Juga:
Lebih 63 Ribu Penumpang Gunakan KA dari Daop 5 Purwokerto pada Periode Long Weekend Kenaikan Isa Almasih

"Connecting train hanya berlaku untuk pencarian jadwal kereta api antarkota ya," ujar Joni, Kamis (25/4/2024). 

Untuk menggunakan fitur connecting train, mulailah dengan membuka aplikasi Access by KAI pada gawai dan login dengan akunmu yang sudah terdaftar. 

Setelah itu, di halaman utama, pilih menu Antar Kota. Masukkan detail perjalanan seperti stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang. Setelah itu, klik tombol "Cari Tiket Antar Kota". Jika tiket yang kamu cari tidak tersedia, kamu akan melihat tombol "Connecting Train", dan klik tombol tersebut untuk melanjutkan pencarian. 

Nantinya, sistem akan mencari tiket kereta api yang masih tersedia untuk perjalanan ke kota tujuan yang diinginkan dengan menggunakan kereta persambungan.

"Selain itu, kamu juga bisa menambahkan layanan (add ons) seperti asuransi, bagasi sepeda, dan layanan taksi Bluebird pada pemesanan tiket connecting train. Meskipun terdapat dua kereta, kamu tetap dapat menambahkan layanan tambahan untuk masing-masing kereta," ungkapnya. 

Saat pencarian, maksimal dua kereta dapat dipilih untuk connecting train, sehingga kamu akan mendapatkan dua kode booking kereta. 

Aplikasi Access by KAI akan mencari kombinasi dari dua kereta langsung, dengan waktu transit minimal satu jam dan maksimal 24 jam. 

Penumpang juga dapat melakukan perubahan jadwal atau pembatalan baik untuk satu kereta maupun kedua kereta.

Apabila terjadi keterlambatan kereta api pertama sehingga tertinggal dengan kereta api yang lanjutannya, kamu yang menggunakan fitur connecting train akan memiliki opsi sebagai berikut: 

1. Jika keterlambatan melebihi tiga jam, maka tiket kereta api lanjutannya dapat dibatalkan dan akan dikembalikan secara tunai 100% di loket dari harga tiket diluar bea pesan (jika ada); atau 

2. Jika keterlambatan kurang dari tiga jam, mengacu pada syarat-syarat dan tarif angkutan kereta api penumpang (STP) Pasal 13 Ayat (6), yang menyatakan bahwa tiket dianggap hangus dan tidak ada pengembalian bea kepada penumpang.

Joni menambahkan, dengan adanya fitur connection train ini, perseroan tidak hanya memberikan solusi praktis dalam memesan tiket kereta api, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan dan tanpa repot bagi pelanggan.

"Jadi, jangan ragu untuk menggunakan fitur connecting train di aplikasi Access by KAI saat merencanakan perjalanan dengan kereta api. Agar tidak kehabisan tiket kereta, kami imbau agar pelanggan dapat memesan tiket jauh-jauh hari," tutup Joni. (omy/fhm)