Menhub: Kita Perlu Karakter Baru Pemimpin Masa Depan Transportasi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 17/Mei/2024 17:51 WIB
Civitas akademika sekolah BPSDMP di Poltekpel Surabaya Civitas akademika sekolah BPSDMP di Poltekpel Surabaya

SURABAYA (BeritaTrans.co - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, perlu karakter baru untuk menciptakan pemimpin masa depan di bidang transportasi. 

Baca Juga:
Menhub Lantik Risyapudin Nursin jadi Dirjen Perhubungan Darat

Karena itu, dibutuhkan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai kemanusiaan, teknologi, dan digital. Hal tersebut disampaikan Menhub saat memberikan arahan di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Jumat (17/5/2024). 

Pengarahan dari Menhub dihadiri civitas akademika dari Poltekpel Surabaya, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun dan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi.

Baca Juga:
Menhub Launching Kerja Sama Pengembangan SDM Perhubungan Laut: Perlu Penyesuaian Materi Pengajaran Calon Ahli Kepelabuhanan dengan Pekerjaan

"Kita memerlukan karakter dan dan skill baru untuk menciptakan pemimpin masa depan di bidang transportasi. Karena itu, dibutuhkan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai kemanusiaan, teknologi, dan digital," ujar Menhub. 

Dia juga menginstruksikan agar segera lakukan pembaharuan pada sekolah di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). 

Baca Juga:
Menhub Dorong Pembaruan Sekolah Kedinasan Perhubungan: jadi Lebih Produktif dan Kompetitif!

Pembaruan itu meliputi pola pengasuhan, perubahan pemakaian seragam dan atribut sekolah, perubahan kurikulum dan kegiatan akademik hingga pengembangan karakater dan soft skill. 

“Dengan pembaruan ini diharapkan mampu menghilangkan tradisi kekerasan serta mencetak insan transportasi yang berkarakter dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” kata Menhub.

Plt. Kepala BPSDMP Subagiyo mengatakan,  Kementerian Perhubungan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan membuka diri atas kritik, saran dan masukkan dari berbagai pihak sebagai upaya perbaikan pola pendidikan pada sekolah di bawah BPSDMP. 

"Sebagai upaya resolusi menghilangkan tindak kekerasan di kampus, BPSDMP telah menyusun berbagai rencana aksi di antaranya membuat buku anti kekerasan di sekolah, mengoptimalkan kotak pengaduan, menghilangkan sebutan senior dan junior dalam bertegur sapa, serta memasang slogan "zero violence" secara masif," bebernya

Pihaknya juga menerapkan larangan tegas kegiatan-kegiatan yang selama ini terindikasi menjadi celah tindakan perundungan.

Dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi dan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Prof. Wihana Kirana Jaya juga membagikan ilmu,  pengalaman serta motivasi kepada civitas akademika Poltekpel Surabaya melalui sharing session. (omy)