Pangkalan PLP Tanjung Priok Bareng Basarnas Gerak Cepat Ungkap Kesalahan Distress Alert Signal EPIRB dari Kapal MV Big Lilly

  • Oleh : Ahmad

Sabtu, 18/Mei/2024 21:16 WIB
Kepala Pangkalan PLP Tg.Priok, Dr. Triono, melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV. Big Lilly di Perairan Teluk Jakarta. Foto istimewa/pangkalanplptjpriok Kepala Pangkalan PLP Tg.Priok, Dr. Triono, melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV. Big Lilly di Perairan Teluk Jakarta. Foto istimewa/pangkalanplptjpriok

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok yang di pimpin langsung Kepala Pangkalan PLP Tg.Priok, Dr. Triono, melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV. Big Lilly di Perairan Teluk Jakarta dengan berkoordinasi dan kolaborasi dengan Basarnas Jakarta, Basarnas Pangkal Pinang, VTS Disnav Tg.Priok, KSOP Utama Tg.Priok terkait ditemukannya Distress Alert Signal EPIRB dari kapal MV. Big Lilly, berbendera Marshal Island, yang terdeteksi di perairan Blinyu, Belitung.

Baca Juga:
34 Siswa Pusdik Reskrim Lemdiklat Polri PPNS Hubla Berkunjung ke Pangkalan PLP Tanjung Priok Sea and Coast Guard Ditjen Hubla

Pada hari Jumat, tanggal 17 Mei 2024 pukul 14.00 WIB, Kantor SAR Pangkal Pinang menerima data pemancaran sinyal Distress Signal EPIRB dari kapal MV. Big Lilly, Flag Marshal Island, MMSI 538009951, Call Sign V7A5382, jenis kapal Dry Cargo, yang terdeteksi pada posisi 60 NM utara perairan Blinyu, Belitung. Kapal ini berangkat dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

Baca Juga:
Kunjungan U.S Coast Guard ke Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, KPLP Sea And Coast Guard

Berdasarkan hasil pemeriksaan nahkoda kapal MV. Big Lilly oleh tim dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, bersama dengan personil BASARNAS Jakarta dan KSOP Utama Tanjung Priok, diketahui bahwa telah terjadi kesalahan (Error) saat melakukan pengetesan alat EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon). Nahkoda kapal mengakui bahwa pengetesan tersebut dilakukan untuk memastikan alat berfungsi dengan baik, namun karena tidak adanya laporan yang sesuai, sinyal tersebut tertangkap sebagai distress signal. Sinyal ini terdeteksi di perairan utara Belinyu, Belitung, sementara posisi kapal sebenarnya berada di perairan Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, dengan tujuan akhir Tanjung Priok.

Baca Juga:
Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pengetesan alat keselamatan dan memastikan prosedur yang tepat agar tidak menimbulkan kebingungan atau tindakan penyelamatan yang tidak perlu.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok bersama BASARNAS Jakarta akan terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia dengan responsif. (ahmad)