KAI Daop 1 Jakarta Gandeng ITL Trisakti Kampanye Keselamatan Perlintasan Sebidang KA di JPL 17 Taman Makam Pahlawan

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 06/Jun/2024 06:16 WIB
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendri Wintoko bersama jajaran dan mahasiswa dari Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan ITL Trisakti Jakarta saat melakukan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang di JPL No 17 Km 15+294 s/d 15+322 petak jalan Duren Kalibata - Pasar Minggu Baru di Jalan Taman Makam Pahlawan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/6/2024). Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendri Wintoko bersama jajaran dan mahasiswa dari Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan ITL Trisakti Jakarta saat melakukan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang di JPL No 17 Km 15+294 s/d 15+322 petak jalan Duren Kalibata - Pasar Minggu Baru di Jalan Taman Makam Pahlawan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/6/2024).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta berkolaborasi dengan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisaksi Jakarta gelar kampanye keselamatan perlintasan sebidang di JPL No 17 Km 15+294 s/d 15+322 petak jalan Duren Kalibata - Pasar Minggu Baru di Jalan Taman Makam Pahlawan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/6/2024).

Turut hadir dalam kegiatan Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendri Wintoko beserta jajaran KAI Daop 1 Jakarta dan perwakilan Dosen Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan ITL Trisakti Haniva Mulyani beserta 30 Mahasiswa/Mahasiwi ITL Trisakti yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kereta Api (HIMAKA) ITL Trisakti.

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendri Wintoko menyatakan PT KAI Daop 1 Jakarta menyayangkan masih ada kendaraan yang menerobos palang pintu perlintasan sebidang maupun perlintasan liar karena membahayakan perjalanan KA dan pengguna jalan. Tercatat, sepanjang tahun 2024, terdapat sebanyak 81 kejadian temperan pengguna jalan dengan kereta api.

”Dari kejadian tersebut, 24 kejadian melibatkan kendaraan dan 57 kejadian melibatkan orang di jalur KA,” terang Ixfan Hendri Wintoko.

Adapun sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama.

”KAI Daop 1 Jakarta dengan tegas menyampaikan kepada para pengguna jalan raya yang akan melintas pada perlintasan sebidang KA, agar selalu berhati-hati dan waspada, mengutamakan keselamatan dengan mematuhi rambu - rambu serta aturan yang ada, Wajib BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, dan Jalan), serta tidak membuat ataupun membangun perlintasan-perlintasan liar,” ucap Ixfan Hendri Wintoko.

Perlu diketahui, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalur kereta api. Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Dosen Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan ITL Trisakti, Haniva Mulyani S.Pd, M.Pd, berharap dengan adanya sosialisasi ini pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang KA maupun di jalan bebas jalur kereta api tidak terjadi lagi. Sebab, sangat berisiko tinggi pada keselamatan, baik itu keselamatan perjalanan KA maupun masyarakat.

Selanjutnya, Ixfan menjelaskan, pelanggaran di perlintasan sebidang serta jalan raya merupakan pelanggaran lalu lintas dan dapat ditindak pihak berwajib sesuai aturan. Sebagaimana diatur dalam UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

”Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” papar Ixfan Hendri Wintoko.

Selain itu, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan antara lain pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

”Apabila melanggar aturan tersebut dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,” tutur Ixfan Hendri Wintoko.

Dia menambahkan, keselamatan bersama dapat diwujudkan melalui kerja sama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar jalur kereta api. KAI Daop 1 Jakarta juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Seperti pemerintah daerah maupun kewilayahan dengan menggandeng Railfans (pencinta kereta) melakukan sosialisasi keselamatan KA di wilayah Daop 1 Jakarta.

”KAI Daop 1 Jakarta sangat mengapresiasi Himpunan Mahasiswa Kereta Api (HIMAKA) ITL Trisakti  dan  seluruh masyarakat yang telah peduli menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan KA sebagai transportasi publik. Jika masyarakat melihat adanya potensi bahaya ataupun kegiatan yang mencurigakan di jalur kereta api dapat melaporkannya kepada petugas stasiun terdekat serta Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], atau media sosial KAI121,” ujar Ixfan Hendri Wintoko.(fhm)