Berhenti Kerja Karena Corona, Pramugari Ini Jualan Sate Taichan dan Tahu Krispi

  • Oleh : Redaksi

Senin, 30/Nov/2020 20:33 WIB
Kisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu crispy. Foto: Screenshot TikTok @marthaputri04 Kisah pramugari yang kini bisnis sate taichan dan tahu crispy. Foto: Screenshot TikTok @marthaputri04

Jakarta (BeritaTrans.com) - pramugari mungkin menjadi impian yang sangat diinginkan banyak kaum wanita, termasuk Martha Putri yang bekerja keras untuk menggapai mimpinya. Berbagai ujian ia ikuti hingga akhirnya cita-citanya tercapai, sampai akhirnya jualan sate taichan dan tahu krispi.

Martha sudah pernah bekerja bersama dua maskapai ternama dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Namun saat pandemi Covid-19 yang semakin meluas, membuat Martha harus berbesar hati perihal kontraknya sebagai pramugari di salah satu maskapai ternama di Indonesia tidak diperpanjang.

Baca Juga:
Keluarga Pramugari NAM Air Korban SJ 182 Berharap Oke Bisa Dibawa ke Rumah

 

Martha mengaku bahwa mulai dari April hingga Juli 2020, ia merasa belum bisa move on dari pekerjaanya menjadi pramugari.

Baca Juga:
Dagang Mi di Pinggir Jalan, Mantan Pramugari Batik Air Sabet Omset Rp50 Juta/Bulan

"Setelah aku keluar dari maskapai ini sempet belum bisa move on. Kurang lebih aku mulai dari April sampai Juli lah," ungkap Martha Putri yang dikutip dari channel YouTube Gritte

Pada akhir Juli Marta diajak oleh temanya untuk membuka franchise tahu krispi, dari sini Marta berfikir untuk bangkit dari kenyataan. Tidak lama dari itu, adik Martha pun memutuskan resign dan mengajaknya untuk membuka kembali kedai sate taichan.

"Akhir Juli aku diajakin temenku untuk buat frenchise tahu krispi, nah dari situ aku mulai, oh gua harus bangkit nih, gua gabisa nangis terus sedih terus. Kemudian adik aku juga kebetulan resign dan dia kaya gimana ya kalau kita hidupin lagi sate taichanya," kata Martha.

Marta sebenarnya pernah membuka kedai sate taichan di Cibinong, Bogor. Ia membuka kedai sate pada 2016 dikarenakan saat mendaftar menjadi pramugari di maskapai baru, ia gagal dalam tes sebab berat badanya yang terlalu rendah.

"Tinggi aku 160 dan berat badan aku waktu itu 44, gak masuk minimal 46 kilogram. Jadi waktu itu aku break 1 tahun karena udah terlanjur resign kan jadi aku kepikiran untuk membuat sate taichan, kebetulan waktu itu lagi booming banget kan di daerah Senayan. Nah waktu itu di Cibinong belum ada jadi aku buat," ungkapnya.

(lia/sumber:okezone.com)