Dari Mengemudi Bus Budiman, Yosep mampu Sarjanakan 3 Anak

  • Oleh : Bondan

Selasa, 01/Des/2020 20:50 WIB
Yosep, pengemudi bus Budiman. Foto: BeritaTrans.com dan Aksi.id Yosep, pengemudi bus Budiman. Foto: BeritaTrans.com dan Aksi.id

BEKASI (BeritaTrans.com) - Yosep, (63), sudah lama mengemudi bus Budiman trayek Pangandaran-Bekasi.

Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat, yang akrab dipanggil 'Apih,' ini mengemukakan selama 16 tahun bekerja di PO Budiman mampu menyekolahkan tiga anak ke perguruan tinggi hingga mendapat gelar sarjana. Satu orang lagi masih menimba ilmu di pesantren.

Baca Juga:
Pelayanan Mewah Bus Rosalia Indah: Dilayani Pramugari Cantik, Ruang Tunggu seperti di Bandara

"Alhamdulillah berkah dari bekerja sebagai pengemudi bus," ujarnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Selasa (1/12/2020).

Dia menceritakan sebelum bergabung di PO Budiman, bekerja 25 tahun sebagai pengemudi di PO Sari Bakti trayek Pangandaran-Ciamis.

Baca Juga:
Selama PPKM Jawa- Bali, Bus AKAP Tak Boleh Isi Penuh Penumpang

Seiring waktu berjalan, ia memutuskan mencoba melamar di PO Budiman yang kala itu membutuhkan jurumudi.

Di usia yang tak lagi muda saat ini, pria yabg telah memiliki cucu ini tetap memilih untuk mencari nafkah dengan menjadi pengemudi angkutan publik hingga sekarang.

Baca Juga:
Bus Prima Jaya Patah As Roda di Tol Kebon Jeruk

“Selama saya masih kuat bawa bus ya terus saya bawa buat kebutuhan sehari-hari anak dari makan sampai bayaran sekolah, abis gimana mau buka usaha sendiri ngga ada modal,” tambahnya.

Protokol Kesehatan

Yosep juga mengatakan selama pandemi Covid-19 ini protokol kesehatan harus terus diterapkan di bus tunggangannya. Penumpang wajib menggunakan masker selama perjalanan.

“Penumpang harus ikut aturan protokol kesehatan. Wajib pakai masker selama perjalanan. Kalau penumpang ada yang tidak bawa masker, saya suruh beli dulu, baru boleh naik,” ujar Yosep.

Ketegasan Yosep soal protokol kesehatan selama pandemi inilah membuat penumpang patuh.

“Waktu itu pernah ada satu penumpang yang menurunkan masker ke dagu, langsung saya bilang ke kernet agar penumpang yang duduk dibelakang pakai maskernya yang benar. Alhamdulillah dijelaskan dengan sopan sama kernet saya akhirnya penumpang mau pakai maskernya dengan benar,” tutupnya. (bondan).