Tanah Longsor Terjadi di Naringgul, Jalur Utama Cianjur-Bandung Putus

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 03/Des/2020 06:25 WIB
Tanah longsor kembali menutup jalan nasional yang menghubungkan selatan Cianjur dengan Kabupaten Bandung. (Foto: Antara) Tanah longsor kembali menutup jalan nasional yang menghubungkan selatan Cianjur dengan Kabupaten Bandung. (Foto: Antara)

CIANJUR (BeritaTrans.com) - Tanah longsor kembali  menerjang Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, jalur utama yang menghubungkan selatan Kabupaten Cianjur-Bandung itu putus.

Padahal jalan nasional ini baru beberapa hari lalu dapat dilalui kendaraan secara normal pascatertutup longsor tanah bercampur batur berbagai ukuran sepanjang tukuh meter. Dalam satu pekan terakhir, jalur ini telah tiga kali tertimbun longsor.

Baca Juga:
Jalan Lintas Sidikalang-Medan Sumut Terputus Longsor, Arus Kendaraan Dialihkan

Sekretaris BPBD Cianjur Irfan Sopyan mengatakan, untuk mengatasi longsor yang terjadi pada Selasa (1/12/2020) tersebut, BPBD berkordinasi dengan dinas terkait di pemkab, provinsi dan pusat.

"Baru beberapa hari lalu jalan tersebut dapat dilalui kendaraan. Untuk ketiga kalinya longsor terjadi di lokasi yang sama. Saat ini, kami masih menunggu alat berat guna proses cepat menyingkirkan material longsor yang menutup sebagian besar landasan jalan," kata Irfan.

Baca Juga:
Jembatan di Aceh Tenggara Putus akibat Diterjang Banjir, 8 Desa Terisolir

Irfan mengemukakan, peristiwa tanah longsor itu tidak menimbulkan korban, baik luka maupun jiwa serta kerugian materil. Akibat longsor, arus lalu lintas di kawasan Naringgul padat menjelang sore karena tidak dapat melintas. Metarial tanah longsor cukup tinggi menimbun jalan.

"Kami upayakan dalam waktu cepat, material longsor sudah dapat di singkirkan karena masih menunggu alat berat. Kami mengimbau warga untuk ekstra hati-hatib dan waspada saat melintas di jalur selatan terutama ketika hujan turun deras," ujarnya.

Baca Juga:
BPTJ: Transportasi di Jabodetabek Tetap Berjalan dengan Pembatasan

Sementara itu, Kepala Desa Sukabakti Tatang mengatakan, longsor terjadi ketika hujan turun deras sejak siang hingga sore menjelang. Akibatnya, tebing yang rawan longsor di pinggir jalan nasional ambruk, menutup sebagian besar landasan jalan.

Lantaran jalan tertutup, kata Tatang, arus kendaraan dari Bandung menuju Cianjur atau sebaliknya, terhambat karena longsoran yang cukup panjang menutup jalur utama antarkabupaten yang ketiga kalinya selama sepekan terakhir terputus. Pihaknya langsung melaporkan longsor ke dinas terkait melalui Kecamatan Naringgul.

"Hujan lebat dengan intensitas lama, terjadi sejak siang hingga sore menjelang, kurang lebih selama empat jam. Tidak adan perkampungan di lokasi tersebut, namun jalan nasional terganggu akibat longsor sepanjang tujuh meter dengan ketebalan lumpur mencapai 80 centimeter, sehingga tidak dapat dilalui," kata Tatang.

Dia berharap dinas terkait di daerah hingga pusat, segera melakukan penanganan serius terhadap tebing yang rawan longsor di wilayah tersebut. Karena setiap musim penghujan tiba, jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung itu, kerap terputus akibat tertutup longsor.(fhm/sumber:Antaranews)