Dapat Subsidi Rp 3,27 Triliun, Transjakarta Bakal Tambah Bus Listrik

  • Oleh : Bondan

Kamis, 03/Des/2020 08:00 WIB
Ilustrasibus Transjakarta. Ilustrasibus Transjakarta.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mendapatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun depan sebesar Rp 3,27 triliun. Dana itu antara lain bakal digunakan untuk menambah bus listrik.

Direktur Utama (Dirut) PT. Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, anggaran sebesar Rp 3,27 triliun bukan hanya untuk subsidi tiket penumpang. Namun untuk kepentingan integrasi antar moda transportasi dengan tujuan mendorong warga berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Baca Juga:
INKA Uji Operasional Bus Listrik E-Inobus

“Transjakarta telah menjadi layanan Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia yang memiliki lintasan sepanjang 251,2 kilometer (km). Transjakarta juga memiliki sebanyak 260 halte yang tersebar di 13 koridor utama. Dan, kini Transjakarta sudah ter- integrasi dengan moda transportasi lainnya, MRT, LRT, Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan Mikrotrans,” ungkap Sardjono saat dihubungi, kemarin.

Dia mengungkapkan, Transjakarta akan melebarkan sistem integrasi lainnya dari segala aspek yang bisa dinikmati dan memudahkan pelanggan.

Baca Juga:
Malam Pergantian Tahun, Transjakarta Beroperasi Sampai Pukul 20.00 Wib

Hal ini untuk merealisasikan cita-cita Pemprov DKI dalam mewujudkan City 4.0. Sardjono memaparkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan pengunaan bus listrik.

Pihaknya sedang melakukan ujicoba selama tiga bulan di rute komersial yakni Balai Kota - Blok M dengan mengangkut pelanggan. Menurut Sardjono, penggunaan bus listrik realisasi konsep green city yang dicanang- kan Pemprov DKI.

Baca Juga:
DTKJ: Aduan Terbanyak dari Pengguna Transjakarta

“Kami juga terus melakukan berbagai transformasi lainya secara digital, salah satunya meluncurkan aplikasi TIJE dengan berbagai fitur canggih yang dapat dinikmati pelanggan,” imbuhnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, ke depan peranan Transjakarta akan ditambah. “Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta ternyata tidak cukup hanya menyediakan transportasi publik yang layak. Tetapi juga mesti bertransportasi mengikuti tren sekarang ini,” katanya.

Prasetyo memastikan integrasi antarmoda akan terus berlangsung. Untuk Koridor 1, integrasi Transjakarta dengan MRT baru di Bundaran Hotel Indonesia. Menurutnya, tahun depan beberapa halte lain akan diintegrasikan.

“Karena itu, dewan menyetujui permintaan tambahan subsidi untuk PT Transjakarta. Kami harap dengan meningkatnya kualitas layanan transportasi publik, kemacetan di Jakarta bisa teratasi. Sebab, dari awal dewan fokus pada penanganan kemacetan dan pencegahan banjir,” tegasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menambahkan, subsidi untuk Transjakarta sangatlah penting agar pelanggan mendapatkan tarif ekonomis. Sehingga, jumlah pelanggan Transjakarta diharapkan naik setiap tahunnya.

“Subsidi yang kita berikan itu rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub DKI). Postur anggaran ini orientasinya untuk kepentingan masyarakat banyak. Jadi makanya kita dorong. Jangan sampai karena subsidi yang rendah, tarif ongkos Transjakarta naik,” jelasnya.

Pandapatan berharap, Dishub DKI dapat mengontrol penggunaan subsidi yang diberikan kepada Transjakarta. Anggaran harus dikelola secara bijak sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.(rmco.id)