13 Tahun Kemudikan Bus PO Nusantara, Huda Dapat Rp200.000-an Bolak-balik Kudus-Jakarta

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 04/Des/2020 00:03 WIB
Sopir bus antarkota antarprovinsi PO Nusantara jurusan Jakarta-Kudus. Sopir bus antarkota antarprovinsi PO Nusantara jurusan Jakarta-Kudus.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Adalah Huda, 52 tahun,  pengemudi bus PO Nusantara trayek Jakarta-Kudus.

Bus kelas super eksekutif (SE) dengan sasis Scania K-310 Airsuspension itu, dikemudikannya dengan waktu tempuh tujuh jam sampai delapan jam selama perjalanan.

Baca Juga:
Sopir Bus Sari Indah Nginap di Terminal Pulo Gebang: Di Sini Kerajaan Nyamuk

"Di perjalanan, tujuh jam lah atau delapan jam lah tergantung kondisi macet atau tidak macet," kata Huda di Terminal Pulo Gebang, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga:
Tol Naik dan Penumpang Sepi, Kru Bus Merana

Dengan keberangkatan awal di Perwakilan PO Nusantara di Daan Mogot, Jakarta Barat dia harus masuk kebeberapa terminal atau agen di Jabodetabek, seperti Pulo Gebang, Hingga Bekasi. Kemudian bus akan menuju Kudus, tepatnya langsung masuk ke garasi PO di Karanganyer, Demak, Jawa Tengah.

Ada yang berbeda dengan kelas super eksekutif yang dia kendarai, di mana bus akan berhenti di pool atau garasi di Karang Anyar, kemudian penumpang bus akan dioper menggunakan mobil minibus untuk ke tujuannya masing-masing.

Baca Juga:
Penumpang Semakin Seret, Asep Cuma Bawa Bus Budiman Seminggu Sekali

"Kalo sudah masuk di garasi (Karang Anyer). Nanti transit ke tujuan pakai mobil kecil," kata Huda.

Bapak tiga orang anak ini sudah menjadi pengemudi bus di PO Nusantara sejak tahun 2007 atau telah 13 tahun.

Untuk menjalankan busnya dalam satu kali trip atau pulang pergi (PP), warga Desa Kauman, Semarang, Jawa Tengah mendapatkan upah sebesar Rp200-an ribu.

Saat masa pandemi seperti ini, diungkapkan Huda untuk membawa armada bus, sopir tidak hanya melulu bisa membawa bus yang itu-itu saja. Sopir akan mendapatkan bus-bus jenis lain tergantung karyawan yang ingin bekerja.

"Kita di sini (Bus Nusantara) ya dioper-oper, enggak ini busnya. Soalnya yang lain (sopir) juga mau kerja toh," ungkapnya.

Diceritakannya pula bagaimana rasanya membawa bus. "Enaknya Scania lebih ringan. Kalau sopir ya milihnya biasanya Scania. Lebih ringan semua. Kan pakainya angin dia, kelistrikannya elektrik semua. Persnelengnya tinggal wel aja enak," ungkapnya.

Tiket bus dengan kelas Super Eksekutif seat 1/2 ini dihargai Rp280 ribu untuk hari biasa. Dan akan naik bila hari libur dan momen tertentu, bisa mencapai Rp300 ribu lebih.

Untuk diketahui stiker tahun pada body bus PO asal Kudus ini diambil dari tahun berdirinya yaitu 1968. Nusantara memiliki berbagai trayek antar kota antar provinsi (AKAP).

Meski PO Nusantara memiliki karoseri sendiri yaitu dengan karoseri Nusantara Gemilang. Namun bus yang Huda kendarai masih dibuat dengan karoseri Adiputro. Karena karoseri Nusantara Gemilang baru hadir pada tahun 2011. (fahmi)