Puluhan Pesawat dan Kapal Hilang di Segitiga Bermuda: Antara Mistik, Monster Mengerikan dan Fakta Ilmiah

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 07/Janu/2021 23:14 WIB
Sejak rahun 1940-an, puluhan  kapal dan pesawat terbang dilaporkan hilang di area yang dibatasi oleh Miami, Bermuda, dan Puerto Riko tersebut. Sejak rahun 1940-an, puluhan  kapal dan pesawat terbang dilaporkan hilang di area yang dibatasi oleh Miami, Bermuda, dan Puerto Riko tersebut.

FLORIDA (BeritaTrans.com) - Segitiga Bermuda merupakan salah satu wilayah dengan mitos besar di Samudra Atlantik. 

Daerah sekitar yang disebut segitiga ini adalah salah satu jalur pelayaran yang paling banyak dilalui di dunia, dengan kapal-kapal yang sering melewatinya menuju pelabuhan di Amerika, Eropa dan kepulauan Karibia.

Baca Juga:
Evakuasi Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua Terkendala Cuaca Ekstrem

Sejak rahun 1940-an, puluhan  kapal dan pesawat terbang dilaporkan hilang di area yang dibatasi oleh Miami, Bermuda, dan Puerto Riko tersebut.

Nama ini kali pertama digunakan oleh penulis dari Amerika, Vincent Gaddis, di majalah Argosy untuk menggambarkan sebuah kawasan di Lautan Atlantik, di lepas pantai Florida, yang berbentuk segitiga.

Baca Juga:
Helikopter Kemenhub Sempat Terbang 100 Meter Sebelum Jatuh

Tidak ada luasan persis dari Segitiga Bermuda. Namun, menurut Ensiklopedia Britannica, luas total bisa mencapai 1,3 sampai 3,9 juta kilometer (km) persegi; bandingkan dengan luas Pulau Kalimantan yang berukuran 743 ribu km persegi. Shutterstock

Area ini juga sering disebut sebagai “Segitiga Setan” dan sering dibahas dalam ribuan buku, film dan dokumenter.

Baca Juga:
Kasus Pesawat Malaysia Airline yang Ditembak: Keluarga Korban Ungkapkan Trauma dan Mimpi Buruk di Pengadilan Belanda

Ketertarikan akan Segitiga Bermuda bermula dari serangkaian kejadian menghilangnya kapal laut dan pesawat yang tidak dapat dijelaskan.

Gambar atas: Kapal ini muncul setelah sekitar 90 tahun hilang di Segitiga Bermuda. Gambar bawah: Kapal saat masih aktif berlayar dan sebelum tenggelam.

Tahun 1945, sebanyak 5 pesawat Angkatan Laut Amerikan Serikat (AS) dan 14 orang dilaporkan hilang di area tersebut saat sedang melakukan latihan rutin.

Saat itu, sempat terdengar suara kapten pesawat,  Letnan Charles Taylor di radio mengatakan:

Kami memasuki air putih, ada yang tidak beres. Kami tidak tahu lokasi kami di mana, airnya hijau, bukan putih.

Angkatan Laut AS melakukan investigasi dan akhirnya melaporkan insiden tersebut “penyebab tidak diketahui.”

Sejak kejadian tersebut sampai tahun 1980-an, sebanyak 25 pesawat kecil hilang saat melewati Segitiga Bermuda. Mereka tidak pernah terlihat lagi dan tidak ada puing yang pernah ditemukan.

Fakta bahwa hasil laporan resmi menyebutkan “penyebab yang tidak diketahui” semakin menambah ketertarikan.

Mistis dan Ilmiah

Banyak yang menduga bahwa itu berhubungan dengan hal mistis dan ada yang mengatakan bahwa disebakan oleh tarikan yang kuat dari kota yang hilang, Atlantis.

Budaya populer telah menghubungkan berbagai penghilangan dengan paranormal atau bahkan semacam monster laut kolosal

 Bahkan, ilmuwan pun dibuat bingung oleh tempat itu selama bertahun-tahun.

Monster Mengerikan

Salah satu aspek yang membingungkan para ahli biologi kelautan selama bertahun-tahun adalah sejumlah tanda aneh yang terlihat pada makhluk di kedalaman, tetapi 'Hiu Segitiga Bermuda' National Geographic mengungkapkan bagaimana misteri itu terungkap.

Dr Austin Gallagher curiga bahwa hiu macan yang sulit ditangkap bernama Mabel mungkin sering mengunjungi Lidah Laut  parit bawah air yang curam kurang dari satu mil jauhnya dari Pulau Rose merupakan salah satu penyebab misteri yang terjadi di segitiga bermuda. 

?Tim tersebut telah melacak hiu tersebut selama beberapa waktu dengan harapan dapat membuat terobosan atas tanda-tanda aneh tersebut.

“Lidah Lautan turun tajam hanya setengah mil atau lebih lepas pantai. Dari sekitar 30 kaki menjadi 300 menjadi ribuan dengan sangat cepat. Kami benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di parit yang dalam di sini," ujarnya dilansir dari Express.

Sinematografer bawah air Joe Romeiro merinci mengapa daerah itu menarik minat para peneliti.

“Segala jenis binatang dapat hidup di dalam parit ini. Sepertinya ada laporan dari semua jenis makhluk berbeda yang tinggal di sini. Ini seperti menjadi tempat legendaris ini," ujarnya.

“Pernah dianggap sebagai zona tandus dengan sedikit makhluk hidup yang mampu bertahan tanpa cahaya Matahari, ahli biologi kelautan telah menemukan bahwa perairan dalam di Segitiga Bermuda adalah rumah bagi hiu lain. Di antara populasi hiu di kedalaman, satu hiu kecil menonjol karena serangannya yang berani. Hiu pemotong masak adalah hiu yang menakutkan dengan nama yang tampak manis.Hiu yang jarang difoto ini melakukan migrasi vertikal yang dramatis. Spesies hiu squaliform kecil dari keluarga Dalatiidae hidup di perairan samudra yang hangat di seluruh dunia, terutama di dekat pulau," tambahnya.

Diperkirakan, pada siang hari ia tinggal di kedalaman lebih dari 3.000 kaki, tetapi pada malam hari ia menjulang hingga 2.000 kaki untuk berburu.

Ia hanya tumbuh hingga 20 inci, namun memiliki keberanian untuk menyerang paus, tuna, dan bahkan hiu putih besar. Buktinya ada pada luka yang diderita korbannya, yakni lubang berbentuk seperti kue.

 Sekelompok ilmuwan mengaku telah menemukan bukti ilmiah yang dapat mengungkapkan penyebab hilangnya kapal dan pesawat yang melintas di sana.

Kevin Corriveau dari NBC dan Doktor Randy Cerveny dari Arizona State University mengatakan, sebuah citra satelit menunjukkan awan heksagonal aneh di atas wilayah laut tersebut bertanggung jawab hilangnya berbagai kapal dan pesawat secara misterius.

Dilihat dari atas, awan muncul untuk membentuk garis enam sisi dan memiliki ukuran 32 dan 89 kilometer.Awan berbentuk heksagonal atau segienam beraturan tersebut telah dikaitkan dengan bom udara yang dibentuk oleh microbursts.

Yang dimaksud dengan microburst yakni udara yang bergerak dari atas ke bawah dengan kecepatan penuh hingga menyentuh permukaan tanah, kemudian pecah dan menyebar ke segala arah.Dengan kecepatan 161 kilometer per jam, "bom udara" itu akan menghancurkan semua yang dilalulinya, termasuk kapal dan pesawat.

Cerveny mengatakan, selain itu, bom udara itu akan menyebabkan gelombang laut setinggi 12 meter yang tentunya akan membawa malapetaka bagi setiap kapal yang berada di permukaan laut.

Corriveau menambahkan, formasi aneh di Bahama yang mungkin terjadi karena pola cuaca yang tidak menentu oleh pulau-pulau kecil disekitarnya sehingga memanaskan udara dari garis pantai Florida.

Kelompok ilmuwan lainnya dari Universitas Southampton memiliki teori di balik hilangnya kapal dan pesawat terbang di Segitiga Bermuda.

 Menurut mereka, ada gelombang 1000 kaki di dalam segitiga tersebut."Daerah yang terkenal di Atlantik itu tampaknya mengalami tiga badai besar yang datang bersamaan dari arah yang berbeda, sehingga tercipta gelombang besar," kata Ilmuwan Laut dan Bumi, Simon Boxall, seperti dikutip dari Tech Explorist, Selasa (26/11/2019).

Ilmuwan-ilmuwan itu menjelaskan teori mereka melalui film dokumenter The Bermuda Triangle Enigma". 

Dalam film itu, mereka menggunakan simulator dalam ruangan untuk menciptakan gelombang air raksasa.Boxall menambahkan, "lonjakan air seperti itu bisa mematahkan kapal, seperti Cyclops di DUA."

Untuk menjelaskannya, para ilmuwan menciptakan replika model USS Cyclops, kapal besar yang hilang pada Segitiga Bermuda pada 1918, mengorbankan 300 nyawa. Karena ukurannya tipis dan dasar yang rata, model itu tertelan air selama simulasi secara cepat.

Cyclops adalah kapal setinggi 542 kaki untuk mengangkut bahan bakar selama Perang Dunia 1 dan menghilang dalam perjalanan dari Bahia ke Baltimore pada 1918.

(lia/dari berbagai sumber).