7 Rahasia tentang Pramugari yang Harus Penumpang Tahu!

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 09/Janu/2021 00:03 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Bekerja sebagai seorang pramugari mungkin sangat jauh dari tipikal 'nine to five' atau pekerjaan dengan jam kerja normal, seperti kerja di perkantoran.

Menjadi seorang pramugari Anda harus siap jika ada panggilan pada pukul empat pagi atau pada jam-jam tak menentu. Anda pun harus terbiasa dengan pembatalan penerbangan, penundaan, kerja di akhir pekan atau hari libur, bahkan bermacam perilaku penumpang.

Baca Juga:
FAA: Perangi Penumpang Berprilaku Buruk di Pesawat

Kendati demikian, menjadi seorang pramugari memiliki keuntungan tersendiri. Misalnya, Anda bisa melihat dunia, tidak membawa pulang pekerjaan, berpenghasilan tinggi, dan menemukan kepuasan tersendiri sebagai pramugari.

Menyitir laman Awesome Jelly, berikut sejumlah fakta menarik tentang seorang pramugari yang meniti karier di dunia penerbangan.

Baca Juga:
Penerbangan Mulai Pulih, Emirates Buka Lowongan 3.500 Pegawai Baru, Termasuk 3.000 Kru Pesawat

 

1. Menyembunyikan tangan

Baca Juga:
Maskapai GOL Wajib Bayar 42 Dolar AS/Bulan untuk Biaya Kosmetik Setiap Karyawatinya yang Berjumlah 4.000 Orang, Nah Lo!

Pernahkah sebuah pertanyaan muncul, mengapa pramugari meletakkan tangannya di belakang punggung saat Anda naik ke pesawat?

Ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan pramugari. Alasannya adalah untuk memudahkan pramugari menghitung penumpang saat naik ke pesawat. Jika tidak memiliki alat penghitung (ticker count), mereka bisa menghitungnya dengan jari. Ini untuk memastikan bahwa setiap penumpang yang harus melakukan penerbangan telah naik.

Pramugari

 

2. Tempat tidur

Meski sebagai penumpang bisa tidur beberapa kali dalam perjalanan jarak jauh, tetap saja hal itu sangat sulit. Nah, apakah pramugari juga boleh tidur apalagi saat menempuh perjalanan jarak jauh yang memakan waktu 10 jam? Apakah mereka akan terus berdiri di kursi mereka yang ada di galley (dapur pesawat)?

Tak usah khawatir, mereka juga bisa beristirahat, kok. Apalagi di pesawat-pesawat besar, seperti Boeing 777 atau Boeing 787. Ada tempat tidur rahasia yang didesain untuk awak kabin. Lokasinya berada di atas maupun di bawah dapur.

 

3. Bicara menggunakan kode

Awak kabin dan pilot biasanya berkomunikasi menggunakan kode tanpa diketahui oleh penumpang. Mungkin ada sesuatu hal yang perlu mereka bicarakan tanpa harus membuat penumpang takut. Misalnya dentingan yang bunyi di awal dan akhir penerbangan, itu menunjukan bahwa bagian paling berbahaya dari penerbangan telah berakhir.

 

4. Kerja keras

Begitu sampai di pesawat, Pramugari langsung bekerja, seperti memeriksa keamanan sebelum penerbangan, menyapa dan membantu penumpang selama proses boarding, dan sebagainya.

Namun gaji mereka hanya dihitung pada saat pesawat lepas landas. Dengan kata lain, mereka hanya dibayar pada saat mesin dinyalakan dan pesawat menjauh dari gate. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka tidak dibayar sama sekali.

 

5. Menghindari kopi dan teh

Banyak pramugari tidak merekomendasikan untuk minum kopi atau teh yang disajikan saat penerbangan dan itu merupakan tindakan yang bagus.

Walaupun air di dalam pesawat disaring, belum tentu sama dengan air yang mengalir melalui kamar mandi. Tangki tempat menyimpan air juga tidak dibersihkan sesering yang Anda kira.

Selain itu, di beberapa pesawat, katup yang mengontrol air di toilet berada tepat di sebelah katup air minum. Jadi, pilihlah air yang berada dalam kemasan.

 

6. Takut dengan ponsel

Ketika pramugari meminta untuk mematikan perangkat seluler Anda sebelum lepas landas, sebaiknya lakukan apa yang mereka katakan. Jika tidak, pesawat berisiko alami kecelakaan akibat gangguan navigasi. Sebab, sinyal telepon seluler yang cukup kuat dapat menghalangi frekuensi pengatur lalu lintas udara yang sangat berbahaya ketika pesawat mencoba lepas landas (take off) ataupun mendarat (landing).

Kesibukan Pramugari di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

 

7. Pelatihan medis

Keadaan darurat medis dapat terjadi dalam sekejap, terlebih jika Anda sedang terbang di atas lautan. Pramugari dilatih untuk melakukan pertolongan pertama sehingga mereka sangat berpengalaman dalam CPR dan Manuver Heimlich karena sering kali pramugari membantu seseorang dalam persalinan darurat di pesawat.

Semua pesawat juga dilengkapi dengan defibrilator, kotak P3K, dan antihistamin jika ada keadaan darurat seperti itu yang muncul. Namun, jika situasi lebih buruk, pramugari akan bertanya apakah ada dokter yang ikut dalam penerbangan tersebut. (lia/sumber:okezone.com)

Tags :