Permintaan Jasa Transportasi Turun, Softbank Group Jepang Jual 38 Juta Saham Uber

  • Oleh : Bondan

Rabu, 13/Janu/2021 23:38 WIB
Logo Uber di lantai bursa New York Stock Exchange. Foto: VoaIndonesia.com Logo Uber di lantai bursa New York Stock Exchange. Foto: VoaIndonesia.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) - SoftBank Group Jepang telah menjual saham Uber senilai $2 miliar, menurut sebuah dokumen yang dirilis Senin, dan mengambil keuntungan dari lonjakan nilai saham raksasa transportasi Amerika itu.

Vision Fund, afiliasi SoftBank menjual 38 juta saham seharga $53,46 per saham, demikian menurut pengajuan saham AS di situs web Uber, meskipun masih tetap menjadi pemegang saham utama perusahaan itu, dengan 10 persen saham senilai sekitar $10 miliar.

Baca Juga:
Senin Pagi Bus Bantuan BPTJ Diserbu Calon Penumpang KRL dari KA Walahar di Stasiun Cikarang

Keputusannya untuk membeli saham Uber dalam jumlah besar tampaknya menjadi bumerang ketika harganya jatuh menyusul penawaran umum perdana (IPO) tahun 2019 yang mengecewakan, sebelum terpukul lagi oleh dampak lockdown virus corona yang menghancurkan permintaan akan jasa transportasi.

Pada akhir Maret, harga saham Uber turun di bawah $15, dari $42 pada hari pertama perdagangannya pada Mei 2019.

Baca Juga:
Bus Kota dan Penumpang Baris Panjang Depan Gerbang Tol Bekasi Timur

Tetapi prospek kemudian membaik untuk platform itu karena ledakan permintaan pengiriman makanan sementara orang masih terjebak di rumah, dan harga saham perusahaan Amerika itu telah melonjak.

Saham SoftBank Group naik 0,8 persen menjadi 8.050 yen dalam perdagangan Selasa pagi di Tokyo. (VoaIndonesia.com)

Baca Juga:
BPTJ Siapkan Bus Bantuan Gratis dari Stasiun Bobot, Cilebut, dan Cikarang