Joe Biden Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

  • Oleh : Redaksi

Senin, 25/Janu/2021 12:43 WIB


Jakarta (BeritaTrans com)  - Militer Amerika Serikat (AS)  sepertinya masih tetap konsisten dengan kebijakan di Laut China Selatan (LCS). Meski readyviewed Donald Trump telah berganti dengan Presiden Joe Biden , negeri itu tetap konsisten aktif di laut kaya migas itu.

Melansir Reuters, kelompok kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Theodore Roosevelt telah memasuki LCS sejak akhir pekan kemarin. AS mengklaim kelompok itu melakukan operasi rutin untuk memastikan "kebebasan laut" serta "kemitraan keamanan martitim".

Baca Juga:
Kapal Perang AS Merapat di RI, Jalankan Operasi Bersama TNI AL di LCS

"Dengan dua pertiga perdagangan dunia yang melewati wilayah yang sangat penting ini, sangat penting bagi kami untuk mempertahankan kehadiran kami dan terus mempromosikan tatanan berbasis aturan yang memungkinkan kita semua menjadi sejahtera," kata Laksamana Muda Doug Verissimo dikutip Senin (25/1/2021).

Theodore Roosevelt datang dengan didampingi kapal penjelajah rudal kelas Ticonderoga USS Bunker Hill dan kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Russell. Ada pula USS John Finn.

Baca Juga:
Filipina dan Amerika Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 8.900 Tentara

Sebelumnya China mengklaim 80% LCS melalui konsep 'sembilan garis putus-putus'. Ini membuat negeri Panda kerap berseteru dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam termasuk Taiwan.

Ini membuat Trump, ketika berkuasa, mengutuk keras China. Trump mengirim kapal beroperasi di kawasan dan menerapkan sanksi ke sejumlah perusahaan terkait aktivitas militer China di LCS.

Sementara itu, pengiriman kapal induk ini terjadi di tengah makin panasnya hubungan China dengan Taiwan. Taiwan mengatakan pesawat angkatan udara China, termasuk 12 jet tempur, memasuki zona identifikasi pertahanan udara negara pulau tersebut akhir pekan kemarin.

Baca Juga:
Amerika Buru-Buru Cari Pesawat Tempur F-35 yang Jatuh, Khawatir Ditemukan China

China memandang Taiwan secara demokratis memerintah sebagai wilayahnya sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir negeri Xi Jinping memang sengaja meningkatkan aktivitas militer di dekat pulau itu.

Pemerintahan Biden kemarin telah mendesak China untuk berhenti menekan Taiwan. Washington menegaskan kembali komitmennya terhadap pulau itu dan keinginannya untuk memperdalam hubungan.

AS, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Tetapi terikat oleh hukum untuk menyediakan sarana untuk guna pulau itu mempertahankan diri. (lia/sumber: cnbcindonesia.com)