Diplomat Korea Utara untuk Kuwait Membelot ke Korsel

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 27/Janu/2021 00:03 WIB
Tentara Korsel di pos penjagaan militer di Paju, dekat perbatasan dengan Korea Selatan, 17 Juni 2020. (Foto: dok). Tentara Korsel di pos penjagaan militer di Paju, dekat perbatasan dengan Korea Selatan, 17 Juni 2020. (Foto: dok).

Pyongyang (BeritaTrans.com) - Seorang diplomat Korea Utara yang menjabat sebagai penjabat duta besar untuk Kuwait telah membelot ke Korea Selatan, kata sejumlah anggota parlemen Korea Selatan yang baru-baru ini mendapat pengarahan dari Dinas Intelijen Korea Selatan.

Ha Tae-keung, anggota parlemen oposisi konservatif dan sekretaris eksekutif komisi intelijen Majelis Nasional, Selasa (26/1) mengatakan, ia diberitahu oleh sejumlah pejabat Badan Intelijen Nasional (NIS) bahwa diplomat itu tiba di Korea Selatan pada September 2019 bersama istri dan setidaknya satu anaknya.

Jika berita ini dikukuhkan, ia merupakan salah satu orang Korea Utara berjabatan tinggi yang membelot dalam beberapa tahun terakhir.

Korea Utara, yang menggembar-gemborkan diri sebagai surga sosialis, sangat sensitif tentang pembelotan, terutama di kalangan elitenya, dan terkadang bersikeras mengatakan bahwa pembelotan adalah plot Korea Selatan atau Amerika untuk melemahkan pemerintahannya.

Ha mengatakan ia diberitahu bahwa diplomat, yang mengubah namanya menjadi Ryu Hyun-woo setelah tiba di Selatan, telah melarikan diri melalui misi diplomatik Korea Selatan tetapi pejabat dinas intelijen itu tidak menyebutkan di mana.

Ha mengatakan pejabat itu tidak memberikan rincian spesifik mengapa Ryu memutuskan untuk membelot.

Kantor Kim Byung-kee, anggota parlemen dari partai liberal yang berkuasa dan sekretaris eksekutif komite intelijen lainnya, mengatakan ia juga diberitahu bahwa Ryu sekarang tinggal di Korea Selatan.

NIS dan Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan antar-Korea, tidak mengukuhkan berita pembelotan Ryu ketika dihubungi kantor berita Associated Press. Kementerian Penerangan Kuwait juga tidak segera menanggapi permintaan penjelasan dari kantor berita tersebut.

Media pemerintah Korea Utara belum mengomentari situasi Ryu. Korea Utara selalu mengambil sikap bungkam terkait pembelotan pejabatnya, sebagian karena untuk menutupi kerentanan pemerintahnya. (sumber:voaindonesia.com)