KNKT Terkait Tenggelamnya MV Nur Aliya: Perhatikan Angkutan di Cuaca Buruk

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 05/Feb/2021 21:17 WIB
Media Rilis KNKT Media Rilis KNKT

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan terkait musibah tenggelamnya MV Nur Aliya di perairan Halmahera Tengah, Agustus 2019 silam.

Menurut Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, hasil investigasi menunjukkan bahwa kapal tenggelam karena muatan nikel yang basah karena saat itu cuaca hujan sehingga muatan lebih berat. Ditambah lagi gelombang tinggi.

Baca Juga:
3 Kapal Kecelakaan, ini Aksi Indonesia Beri Jaminan Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka

"Untuknya agar perusahaan dapat lebih memerhatikan kondisi cuaca dan muatan yang akan diangkut ke kapal," ujar Soerjanto, Jumat (5/2/2021).

Teknik memuat barang yang kurang tepat kerap juga menjadi masalah saat kapal mulai berlayar.

Baca Juga:
34 Penyelam TNI AL Lanjutkan Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu

KNKT menyebutkan dari hasil investigasi, diperkirakan kapal tak jauh dari pelabuhan keberangkatan sudah mengalami kendala.

Seperti diketahui, kapal kargo tersebut membawa nikel 50.000 ton dengan 25 anak buah kapal dan dua pengikut.

Baca Juga:
Meski Sudah Lebih 1 Tahun, Keluarga ABK Belum Yakin Peristiwa Tenggelamnya Kapal MV Nur Aliya

Kapal dinyatakan hilang sejak 22 Agustus 2019. Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Sagea, Halmahera Tengah, menuju Pulau Morosi, Sulawesi Tenggara, pada 20 Agustus 2019. (omy)