Mobil Pikap Tabrak Tenda Pengungsi Gempa Mamuju

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 09/Feb/2021 13:05 WIB
Sebuah mobil pikap menabrak tenda pengungsian milik warga di Jalan Trans Sulawesi, Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa) Sebuah mobil pikap menabrak tenda pengungsian milik warga di Jalan Trans Sulawesi, Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sebuah mobil pikap menabrak tenda pengungsian korban gempa bumi di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Selasa (9/2/2021) pagi waktu setempat. 

Kapolres Mamuju, Kombes Pol Iskandar mengatakan bahwa sopir dari mobil pikap itu diduga mengantuk sehingga menyeruduk tenda pengungsian. Satu orang mengalami luka ringan akibat insiden ini. 

Baca Juga:
Hasil Investigasi KNKT: Kecelakaan Bus di Mojokerto, Sopir Cadangan Diduga Tidur Pulas Saat Mengemudi

"Jadi begini, betul kejadian itu ada. Pengemudi pickup mengantuk, lalu oleng ke kiri dan kena tenda pengungsi," kata Iskandar seperti yang dikutip BeritaTrans.com dari CNNIndonesia.com, Selasa (9/2/2021). 

Iskandar menjelaskan bahwa mobil tersebut hanya hilang keseimbangan sehingga menyeruduk tenda tersebut. Hanya saja, kata dia, mobil itu ringsek dan tidak sampai terguling. 

Baca Juga:
Fakta dan Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Mojokerto: Sopir Diduga Mengantuk, 15 Penumpang Meninggal Dunia

Dia mengatakan, akibat peristiwa itu korban langsung dibawa ke RSUD Mamuju untuk menjalani perawatan. Kemudian saat ini korban sudah dipulangkan karena hanya mengalami luka-luka ringan. 

Menurut keterangan Iskandar, saat kejadian hanya terdapat satu orang di tenda pengungsian tersebut, sehingga tabrakan itu tidak memakan banyak korban. 

Baca Juga:
Polisi Pastikan Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Bus di Tol Mojokerto 14 Orang

"Sudah dibawa ke rumah sakit, kemudian tidak mengalami luka parah dan sudah kembali ke rumah," ucapnya lagi. 

Namun demikian, sopir dari mobilnya tersebut kini sedang diperiksa oleh penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Mamuju. 

"Sekarang sopir dan kendaraan itu sedang ditangani dan dimintai keterangannya," tegasnya.(fhm)