Jual Tanah ke Pertamina, Ratusan Warga Desa di Tuban Ramai-Ramai Beli Mobil Baru

  • Oleh : Bondan

Rabu, 17/Feb/2021 07:19 WIB
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai. Foto: Kompas.com Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai. Foto: Kompas.com

TUBAN (BeritaTrans.com) - Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten  Tuban,  Jawa Timur, beramai-ramai membeli mobil baru usai menjual tanah mereka kepada PT Pertamina.

Setidaknya, sudah ada 176 mobil baru yang datang di desa tersebut.

Baca Juga:
Kampung Miliarder di Tuban Jatim: Ini Kesaksian Kepala Desa, Petani Mendadak Kaya Raya

Bahkan, satu orang ada yang memiliki 2 sampai 3 mobil baru.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang, terakhir kemarin ada 17 mobil baru," kata Desa Sumurgeneng, Gihanto, Selasa (16/2/2021) dikutip dari Surya.co.id.

Baca Juga:
KTP Milik Pria Di Jawa Timur Viral, Bagian Tanda Tangan Bikin Ngakak

Beli mobil hasil jual tanah

Kata Giharto, warganya membeli mobil baru setelah mendapat hasil penjualan tanah dari grass root refinery (GRR) kilang minyak yang melibatkan Pertamina-Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Pertamina, kata Giharto, menghargai tanah Rp 600.000 hingga Rp 800.000 per meter, harga itu jauh lebih tinggi dari harga tanah pada umumnya di wilayah ini.

Dijelaskan Ginarto, di desanya terdapat 840 kepala kelaurga (KK), sedangkan yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 255 KK.

Dari hasil penjualan itu, sambungnya, jika dirata-ratakan mencapai Rp 8 miliar. Bahkan, lanjutnya, ada warga yang memiliki lahan 4 hektar menerima Rp 26 miliar.

Ada juga warga Kota Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 38 miliar.

"Ya memang kondisinya begitu, dapat uanglalu beli mobil, ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangun rumah juga," ungkapnya.

Meski pun warganya mendadak menjadi miliader, Gihanto pun khawatir. Sebab, sebagain besar warganya sedikit menggunakan uang itu untuk usaha.

"Ada rasa kekhawatiran karena sedikit yang dibuat usaha," ujarnya.

Sementara itu, Mulyadi, salah seorang warga setempat mengaku telah menjual setengah hektare tanahnya kepada PT Pertamina.

Namun, ia tak memerinci uang hasil penjualan tanah yang didapatnya.

Mulyadi pun mengaku uang hasil penjualan tanahnya dibelikan mobil. Mobil itu untuk kebutuhan sehari-hari.

"Tanah saya 1/2 hektare, sebagian uangnya untuk membeli mobil," katanya. (Kompas.com)