Cuaca Buruk, Pencarian 7 Penumpang Kapal Tenggelam di Mimika Dihentikan

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 17/Feb/2021 09:41 WIB
Tim SAR Timika kembali ke Dermaga Pelabuhan SAR Pomako.(Istimewa) Tim SAR Timika kembali ke Dermaga Pelabuhan SAR Pomako.(Istimewa)

MIMIKA (BeritaTrans.com) - Upaya pencarian tujuh penumpang KM Uty Star yang dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Yapero, Kabupaten Mimika, Papua, terkendala cuaca buruk sehingga tim pencari itu harus kembali ke posko. 

Kepala Kantor SAR Timika George L Mercy Randang di Timika, Selasa malam mengatakan jajarannya telah mengerahkan satu tim rescue berjumlah lima orang menggunakan RIB 400 PK menuju lokasi kecelakaan KM Uty Star, di Perairan Pulau Yapero, Distrik Mimika Timur Jauh. 

Baca Juga:
Kapal Penyeberangan Jepara-Karimunjawa Tertahan Gelombang 4 Meter

Hanya saja tim yang dipimpin oleh Kasubsi Siaga dan Operasi SAR Timika Syahril tersebut terpaksa kembali ke Posko Pelabuhan Dermaga SAR Pomako lantaran kondisi cuaca yang tidak bersahabat. 

"Laporan dari tim di lapangan, tinggi gelombang mencapai tiga meter sehingga tim tidak bisa tembus sampai di lokasi kejadian. Tim memutuskan kembali ke Dermaga SAR Pomako dan akan kembali melanjutkan pencarian pada esok pagi pukul 06:00 WIT," kata George, Selasa (16/2). 

Baca Juga:
`Lihat Kaka Kapal Su Dekat!`, Penjemput Sambut Penumpang Kapal Pelni KM Dorolonda dari Indonesia Bagian Timur di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok

Kecelakaan laut yang menimpa KM Uty Star di Perairan Pulau Yapero, dekat Kampung Otakwa tersebut, dilaporkan ke Kantor SAR Timika pada Selasa petang oleh seorang warga bernama Faisal. 

Kasus kecelakaan laut di wilayah perairan Mimika hingga Asmat cukup sering terjadi akhir-akhir ini, terutama menimpa perahu nelayan pencari ikan. 

Baca Juga:
Banyak Calon Penumpang Kapal Pelni KM Dorolonda Nginap di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Bakal Bertahun Baru di Lautan

Sebagian besar penyebab kecelakaan laut itu akibat cuaca buruk, yaitu gelombang tinggi disertai angin kencang, menyebabkan perahu terbalik. (fhm/sumber:merdekacom)