Kapal Kontainer Ever Given Berhasil Dievakuasi dan Diapungkan, Siap Berlayar dari Terusan Suez ke Rotterdam

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 30/Mar/2021 00:01 WIB


KAIRO (BeritaTrana.com) - Kapal kargo MV Ever Given yang sempat kandas di Terusan Suez, Mesir, dan menyebabkan kemacetan arus pelayaran berhasil dipindahkan dan kembali mengapung.

Dilansir Reuters, Senin (29/3), menurut laporan sebagian lambung kapal MV Ever Given berhasil diapungkan kembali dalam proses evakuasi.

Baca Juga:
Kapal Kontainer Mumbai Maersk Dibebaskan dari Kandas

Awak kapal juga mencoba kembali menyalakan mesin kapal yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, bagian haluan kapal terlihat berhasil mengapung dalam proses evakuasi.

Baca Juga:
Mengenal Ever Ace Kapal Kontainer Terbesar di Dunia, Bandingkan dengan Ever Given!

Tampak sejumlah orang bertepuk tangan dan meluapkan kegembiraan setelah kapal itu kembali mengapung. Suara klakson kapal juga terdengar saling bersahutan.

Kapal harus memperbaiki posisi sebelum melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Kapal itu juga akan diperiksa terlebih dulu sebelum diizinkan berlayar melewati terusan itu.

Baca Juga:
Kapal Sering Tersangkut di Terusan Suez, ini Penyebab Utamanya

Menurut data dari situs pelayaran VesselFinder, status kapal Ever Given saat ini dinyatakan sedang dalam pelayaran.

Kapal itu kandas karena terempas angin kencang saat berada di jalur masuk Terusan Suez.

Posisi kapal sepanjang 400 meter itu melintang sehingga menghalangi kapal lain yang akan masuk ke kanal itu.

Direktur Pengelola Terusan Suez (SCA), Osama Rabie, mempertimbangkan untuk memberi diskon tarif melintas bagi kapal lain yang menunggu antrean untuk melewati kanal itu.

Rabie mengatakan saat ini mereka merugi sekitar US$13 juta sampai US$14 juta dalam sehari (sekitar Rp187.4 miliar sampai Rp201.8 miliar) dalam sehari akibat kejadian itu.

Saat ini tercatat ada 369 kapal antre di mulut Terusan Suez. Mereka terdiri dari kapal kargo yang mengangkut peti kemas atau barang lain, tanker minyak hingga gas alam (LPG dan LNG).

Kemacetan di Terusan Suez membuat jalur pelayaran Asia dan Eropa terhambat dan turut mendongkrak harga minyak.