Biaya Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Bengkak, KCIC Buka Suara!

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 31/Mar/2021 19:46 WIB
Prototipe kereta debut China yang dapat mencapai kecepatan 620 kilometer per jam. Ist Prototipe kereta debut China yang dapat mencapai kecepatan 620 kilometer per jam. Ist

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Perusahaan kini tengah melakukan kajian terkait persoalan ini. 

Sebelumnya, seperti dilaporkan detikcom anggaran Kereta Cepat Jakarta - Bandung membengkak hingga 23% dari nilai proyek awal US$ 6,071 miliar. 

Baca Juga:
China Operasikan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Sepanjang 2.000 Kilometer pada 2022

"Hingga saat ini masih melakukan kajian internal, dengan pihak terkait," kata Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya, Senin (29/3/2021). 

Mirza mengatakan untuk diketahui, feasibility study pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung dilakukan di tahun 2015 atau enam tahun silam. Seiring dengan berjalannya waktu ada ada inflasi yang terjadi. 

Baca Juga:
Perempuan Jadi Masinis Kereta Cepat di Arab Saudi

Terlebih di tahun 2020, terjadi pandemi Covid - 19. Imbasnya ini juga berdampak ke proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung yang sedang berjalan. Meski begitu jajarannya berupaya tetap melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. 

"Koordinasi dan komunikasi dengan pihak internal dan eksternal dilakukan secara simultan dan intens sehingga saat ini akselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terus berjalan" ungkap Mirza. 

Baca Juga:
Kereta Cepat JKT-BDG Ditargetkan Operasi Juli 2023, Menhub: Akan Kurangi Kerugian Akibat Kemacetan

"PT KCIC juga tidak melakukan pengurangan karyawan," tambahnya. 

Saat ini progres pembangunan kereta cepat masih dikerjakan. Di lapangan progresnya dalam beberapa bulan terakhir terlihat signifikan, tiang-tiang jalur kereta di Bandung sampai Jakarta mayoritas sudah berdiri. 

Mirza menjelaskan target pembangunan selesai di tahun 2022 mendatang. Jajarannya mengakui kalau saat ini dalam pembangunannya banyak tantangan yang dihadapi. 

"Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait, didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system maupun operasional," ungkapnya. 

Pembangunan dan penyediaan sarana prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga menjadi prioritas dan berjalan paralel. Keempat stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar saat ini dalam tahap konstruksi. Secara general, pembangunan telah memasuki tahap pondasi dan struktur lainnya. (fh/sumber:CNBCIndonesia)