Bandara Ngloram dan Bandara Jenderal Besar Soedirman Batal Digunakan untuk Layani Penerbangan Mudik Lebaran

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 06/Apr/2021 23:26 WIB
Pesawat jenis ATR 72-600 milik Citilink saat mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jateng, Kamis (1/4/2021). Foto: Sumarwoto/ANTARA Pesawat jenis ATR 72-600 milik Citilink saat mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jateng, Kamis (1/4/2021). Foto: Sumarwoto/ANTARA

Semarang (BeritaTrans.com) - Larangan yang telah ditetapkan pemerintah, membuat dua bandara baru di Jawa Tengah (Jateng) batal digunakan pada Lebaran 2021 ini. Kedua bandara baru tersebut adalah Bandara Ngloram di Kabupaten Blora dan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga.

"Sebenarnya waktu itu rencananya memang dipakai untuk mudik. Tapi karena larangan mudik, keputusan tidak mudik, ya sudah pembangunannya diteruskan saja," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang, Selasa (6/4).

Baca Juga:
Bandara Ngloram Blora Ditargetkan Layani Penumpang Tahun Ini

Ia menjelaskan progres pembangunan dua bandara baru itu sudah berjalan bagus, bahkan telah dilakukan uji coba pendaratan pesawat dan dinyatakan berhasil.

"Kemarin di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Citilink sudah mendarat, semua pendaratannya bagus. Dari visibilitasnya dan teknisnya, keduanya sudah diuji coba, serta dua-duanya bagus," lanjut Ganjar.

Ada Larangan Mudik, 2 Bandara Baru di Jateng Batal Digunakan di Lebaran Ini (1)

Pantauan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Bandara Semarang. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Bahkan pada Bandara Ngloram, Ganjar sudah mencoba sendiri mendarat di bandara itu dan menurutnya semua oke, serta sudah sesuai.

"Tapi yang di Bandara Jenderal Soedirman saya belum coba, beberapa waktu lalu sudah ada jadwal saya bareng Pak Menhub untuk mendarat di Purbalingga, tapi karena jadwalnya tertunda, mungkin dalam waktu dekat ini saya akan ngecek di Purbalingga bareng Pak Menhub," kata Ganjar Pranowo.

Ia mengungkapkan masyarakat sudah menantikan dapat menggunakan bandara-bandara itu sebagai alternatif transportasi dan dukungan pemerintah daerah setempat juga sangat tinggi.

"Contohnya Bandara Jenderal Besar Soedirman, itu awalnya Bupati Banyumas yang punya semangat, kemudian kerja sama antara Bupati Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Kebumen, Banjarnegara dan lainnya terbentuk dan semuanya bareng-bareng sepakat. Semangat dari kawan-kawan di daerah sangat bagus, semuanya support," ujar Ganjar.

(lia/sumber:kumparan.com)