Uji Coba Penerapan E-Pilotage Digelar di Surabaya

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 24/Apr/2021 10:16 WIB
Uji coba e-pilotage di Surabaya Uji coba e-pilotage di Surabaya

SURABAYA (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian serius menciptakan keselamatan dan keamanan pelayaran. 

Baca Juga:
Kemenhub Segera Tetapkan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Susoh

Salah satunya dengan kembali melakukan uji coba/Test Bed tahap II penerapan Electronic Pilotage (e-Pilotage) service di perairan Indonesia. 

Uji coba kali ini dilakukan di wilayah perairan Tanjung Perak Surabaya oleh Distrik Navigasi (Disnav) dan stasiun Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Sosialisasi Juklak Persyaratan Perizinan Tersus/TUKS

Uji Coba ini dihadiri Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, serta seluruh stakeholder terkait. 

Direktur Jenderal Perhubungan Laut dalam sambutan yang dibacakan Hengki, mengapresiasi atas terselenggaranya uji coba tersebut.

Baca Juga:
Disnav Palembang Sosialisasi Kespel di Perairan Jambi

"Saya berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara test bed e-Pilotage kali ini," kata Hengki.

Adapun uji coba/ Test Bed ini bertujuan mendapatkan masukan serta evaluasi dalam menyiapkan sarana dan prasarana serta regulasi pelaksanaan pemanduan secara elektronik berdasarkan berbagai karakteristik traffic dan alur pelayaran serta untuk mengoptimalkan peran dari VTS.

Uji coba dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO) di mana tetap ada pembagian tanggung jawab antara pandu dan operator VTS.

Hengki menjelaskan, konsep pemanduan secara elektronik /e-pilotage yang dapat dilaksanakan di Indonesia pada dasarnya merupakan pemanduan menggunakan dan memanfaatkan VTS sebagai sarana bantu.  

"Pelaksanaan e-Pilotage tersebut menunjukkan komitmen Kemenhub dalam mengembangkan inovasi guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, sesuai dengan ketentuan internasional yang berlaku serta berdasarkan praktik dan implementasi yang telah dilaksanakan oleh negara lain," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disnav Kelas I Surabaya, Imam Hambali mengatakan dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk mendukung e-Pilotage guna meningkatkan pelayanan terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di alur pelayaran Barat Surabaya.

"Dengan begitu diharapkan kapal – kapal yang bernavigasi dari atau ke luar Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya dapat berlayar dengan aman," ungkap Imam. 

Pihaknya diberi amanat untuk melaksanakan kegiatan ini, melalui stasiun VTS Surabaya, kapal akan dipandu secara elektronik, dari tanda pengenal MPMT atau Outerbuoy hingga menuju pelabuhan Tanjung Perak. 

Lebih dari itu, di dalam e-pilotage diperlukan beberapa unsur untuk mendukung kegiatan bernavigasi terutama di alur pelayaran Barat Surabaya. 

"Diperlukan kerja sama yang baik antara stake holder dan pengguna jasa agar terciptanya zero accident," ujarnya.

Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan terbesar di Jawa Timu. Di mana akses ke luar masuk pelabuhan melalui alur pelayaran Barat Surabaya dan alur pelayaran Timur Surabaya. 

Jumlah kapal yang melewati APBS ± 150 unit per hari yang terdeteksi melalui AIS dan juga terdapat beberapa lokasi kritis yang terletak di APBS.

Pelaksanaan test bed/uji coba e-pilotage melalui Stasiun VTS telah diprogramkan untuk dilaksanakan dalam lima tahapan. 

Pertama tahapan persiapan terkait sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, tahapan uji coba/test bed, tahapan evaluasi test bed, tahapan penyiapan regulasi dan tahapan regulasi. (omy)